Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
Rakhmat Z, PENGGUNAAN LAMPU TL DIMALAM HARI PADA SISTEM AEROPONIK TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA) DALAM GREENHOUSE. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021

Semakin majunya teknologi pada saat ini membuat para petani memanfaatkan teknologi untuk diaplikasikan ke pertanian yang tujuannya agar dapat dimanfaatkan dan digunakan untuk. mencapai produktivitas yang tinggi. pertanian merupakan suatu pola teknologi yang memerlukan energi. penggunaan cahaya buatan untuk tanaman adalah untuk membantu tanaman berfotosintesis di malam hari sehingga pertumbuhan dapat ditingkatkan.aeroponik umumnya dimanfaatkan untuk tanaman sayuran daun yang berumur pendek dan mempunyai nilai ekonomis tinggi. diantaranya adalah selada, sawi (brassica juncea), bayam merah, kangkung. sistem aeroponik ini merupakan sistem penanaman yang paling efisien dari segi penggunaan air untuk nutrisi tanaman. penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh cahaya buatan yang diberikan untuk pertumbuhan tanaman sawi dari dua perlakuan yang diambil pada pertumbuhan tanaman sawi dengan menggunakan sistem aeroponik.penelitian dilakukan di lingkungan dinas pertanian tanaman pangan dan hortikultura lampineung. tanaman yang digunakan adalah tanaman sawi (brassica juncea) yang ditanam di dalam styrofoam dan menggunakan rockwool sebagai media tanam. tanaman sawi ditempatkan di dalam satu bedengan yang dibagi dalam dua buah bagian. yaitu bagian pertama dibiarkan sebagaimana mestinya dan menerima cahaya alami seperti biasanya tanpa penambahan cahaya buatan pada malam hari, kemudian bagian kedua menerima cahaya alami serta diberi penambahan cahaya buatan pada malam hari dengan menggunakan cahaya lampu tl daylight. kondisi lingkungan (suhu udara) selama proses pertumbuhan sawi didapat bahwa suhu rata-rata pada pagi hari yaitu berkisar antara 23-25 c, sedangkan suhu rata-rata pada siang hari berkisar antara 40-44 °c, dan pada sore hari berkisar antara 30-33 c. perubahan besarnya intensitas cahaya matahari maksimal selama per periode pertumbuhan tanaman sawi terjadi pada periode 1 pertumbuhan dengan intensitas 59100 lux pada hari ke 4 siang hari, sedangkan perubahan besarnya intensitas cahaya matahari minimal selama per periode pertumbuhan tanaman sawi terjadi pada periode 2 pertumbuhan dengan intensitas 1720 lux pada hari ke 16 sore hari. perubahan besarnya intensitas cahaya lampu maksimal selama per periode perturnbuhan tanaman sawi terjadi pada periode 2 pertumbuhan dengan intensitas 43.2 cd dengan efesiensi cahaya 15,08 pada hari ke 14 malam pukul 22.00 wtb, sedangkan perubahan besarnya intensitas cahaya lampu minimal selama per periode pertumbuhan tanaman sawi terjadi pada periode 2 pertumbuhan dengan intensitas 35,2 cd dengan efesiensi cahaya 12,29 pada hari ke 11 malam pukul 20.00 wib.hasil penelitian menunjukkan peningkatan pertumbuhan tanaman terlihat pada perlakuan penambahan cahaya dengan masing-masing perlakuan tanaman sawi menunjukkan pengaruh yang berbeda terhadap produksi tinggi tanaman sawi. perlakuan tanpa penambahan cahaya lampu menunjukkan pengaruh yang terendah terhadap produksi tinggi tanaman sawi yaitu sebesar 28.5 cm, panjang akar sebesar 42 cm, panjang daun sebesar 14 cm dan jumlah daun yang dimiliki sebanyak 9 helai. sedangkan perlakuan penambahan cahaya lampu menunjukkan pengaruh tertinggi terhadap produksi tinggi tanaman sawi yaitu sebesar 36.1 cm, panjang akar sebesar 46 cm, panjang daun sebesar 19 cm dan jumlah daun yang dimiliki sebanyak 11 helai.



Abstract



    SERVICES DESK