Penyakit ginjal kronik (pgk) stadium 5 merupakan masalah kesehatan masyarakat seluruh dunia dan insiden serta prevalensinya terus meningkat. pasien pgk stadium 5 membutuhkan terapi pengganti ginjal untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya (survival rate), salah satunya adalah continuous ambulatory peritoneal dialysis (capd). usia dan etiologi merupakan faktor penting yang berhubungan dengan survival rate pasien yang menjalani terapi capd. tujuan dari penelitian ini adalah menilai hubungan antara usia dan etiologi dengan survival rate pasien pgk stadium 5 yang menjalani terapi capd di rsud dr. zainoel abidin banda aceh. metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional survey. data diperoleh dari rekam medik penderita yang menjalani terapi capd di rsud dr. zainoel abidin banda aceh periode 2007-2011. data dianalisis menggunakan chi-square atau bila tidak terpenuhi persyaratannya, maka diuji dengan fisher’s exact test. jumlah sampel pada penelitian ini adalah 28 penderita pgk stadium 5 yang menjalani terapi capd yang telah meninggal dunia. secara statistik didapatkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dan etiologi dengan survival rate (p= 1,000 ; p=0,246 (p>0,05 pada ? =0,05)). namun, secara frekuensi didapatkan survival rate < 1 tahun paling banyak didapatkan pada pasien dengan usia dewasa madya dan etiologi dm sedangkan survival rate > 1 tahun paling banyak didapatkan pada pasien dengan usia dewasa muda dan etiologi non-dm. kata kunci : survival rate, penyakit ginjal kronik stadium 5, continuous ambulatory peritoneal dialysis
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN USIA DAN ETIOLOGI TERHADAP SURVIVAL RATE PENDERITA PENYAKIT GINJAL KRONIK STADIUM 5 YANG MENJALANI TERAPI CONTINUOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Kedokteran,2012
Baca Juga : FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEKUATAN GENGGAM TANGAN PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI CONTINOUS AMBULATORY PERITONEAL DIALYSIS (dr Hera Fitria Sari, 2021)