Abstrak ulfa, nadira. 2020. persepsi pedagang tradisional terhadap hadirnya pasar modern di kota lhokseumawe. skripsi, jurusan pendidikan pancasila dan kewarganegaraan, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, universitas syiah kuala. pembimbing : (1) dr. rusli yusuf, m.pd (2) maimun, s.pd,. ma kata kunci: pedagang tradisional, hadirnya pasar modern hadirnya pasar modern seperti minimarket, suzuya, indomaret, alfamart dan sebagainya. telah menimbulkan berbagai macam persepsi pedagang tradisional terhadap hadirnya pasar modern baik itu persepsi positif maupun persepsi negatif terhadap hadirnya pasar modern. tujuan penelitian ini adalah: (1) untuk mengetahui persepsi pedagang tradisional terhadap kehadirannya pasar modern di kota lhokseumawe (2) untuk mengetahui interaksi sosial antara pedagang tradisional dan pedagang pasar modern di kota lhokseumawe dan (3) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi pedagang tradisional terhadap hadirnya pasar modern di kota lhokseumawe. penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. teknik pengumpulan data berupa wawancara. teknik analisis data dalam penelitian kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) persepsi pedagang tradisional terhadap hadirnya pasar modern dapat dilihat dalam dua bentuk yaitu persepsi positif dan negatif. persepsi positif yaitu, dengan adanya pasar modern di lhokseumawe membantu melengkapi kebutuhan yang tidak dapat dijangkau selama ini. persepsi negatifnya ialah menjadi suatu permasalahan atau faktor penghambat yang dihadapi pedagang pasar tradisional,yaitu menurunnya omset para pedagang. dampak dari menurunnya pendapatan akan mengakibatkan makin sedikitnya jumlah modal yang dikumpulkan, sehingga membuat tidak adanya perputaran modal bagi pedagang tradisional (2) interaksi sosial yang terjadi antara pedagang tradisional dengan pedagang modern dapat dilihat dalam kerjasama yang terjadi ketika pedagang pasar tradisional membutuhkan stok barang dalam jumlah besar, dengan tujuan untuk dijual kembali dalam jumlah kecil atau eceran. pedagang pasar modern juga membantu untuk mendapatkan stok barang secara langsung dengan mudah tanpa adanya perantara. konflik terjadi disebabkan karena pedagang modern terkadang ingin mengambil kesempatan, untuk mendapatkan keuntungan dari pedagang tradisional sebagai pedagang kecil. (3) faktor yang mendasari lahirnya persepsi negatif pedagang tradisional terhadap pasar modern adalah, faktor emosional, dan kesenjangan sosial. dengan adanya pasar modern yang bersifat monopolistik, sehingga menyebabkan pedagang tradisional tersingkirkan. demikian dapat disimpulkan bahwa hadirnya pasar modern dapat menghambat sistem ekonomi pedagang tradisional dapat terhambat, serta interaksi sosial yang terjadi lebih dominan kepada konflik.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERSEPSI PEDAGANG TRADISIONAL TERHADAP HADIRNYA PASAR MODERN DI KOTA LHOKSEUMAWE. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : KEBERLANGSUNGAN PEDAGANG PASAR TRADISIONAL DI TENGAH EKSISTENSI PASAR MODERN (STUDI KASUS PASAR TRADISIONAL KERASAAN KECAMATAN PEMATANG BANDAR KABUPATEN SIMALUNGUN) (ARDHANA SATRIADI NASUTION, 2024)
Abstract
Baca Juga : PERANCANGAN PASAR TRADISIONAL HIGIENIS DI BANDA ACEH (Dian Purnama Sari, 2019)