Rehabilitasi mangrove pasca tsunami banyak yang tidak memperhatikan faktor kesesuaian lahan sehingga banyak mangrove yang mati. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur dan karakter sedimen, spesies mangrove dan makrozobenthos serta korelasi parsial antara sedimen, spesies mangrove serta makrozobenthos yang terdapat di kawasan rehabilitas mangrove kecamatan peukan bada dan baitussalam. penelitian ini telah dilakukan pada bulan mei sampai dengan juni 2019. identifikasi sedimen dilakukan pada laboratorium tanah fakultas pertanian dan identifikasi makrozobenthos dilakukan di laboratorium fakultas kelautan dan perikanan universitas syiah kuala. metode purposive random sampling dilakukan untuk menentukan stasiun penelitian. metode coring dilakukan untuk pengambilan sampel sedimen dengan kedalaman 25-50 cm. metode transek kuadrat digunakan untuk pengambilan sampel mangrove dan makrozoobenthos. fraksi sedimen tertinggi pada lokasi adalah pasir sedang (43,0-89,0%) dan yang terendah adalah fraksi lanau (0,2-0,8%). dominansi fraksi pasir sedang paling tinggi dilokasi 4 (89,0%). ukuran butir sedimen (mean grain size) berkisar antara 0,29-0,52 mm. spesies mangrove yang ditemukan pada lokasi yaitu sonneratia alba dan rhizopora mucronata dengan kerapatan tertinggi pada lokasi 2 (0,45 ind/m2) dengan kerapatan relatif (83,33%). indeks dominansi mangrove (0,21-0,34) dan makrozoobenthos (0,47-0,88). korelasi parsial antara tekstur sedimen, mangrove dan makrozoobenthos pada masing-masing fraksi sedimen menunjukkan korelasi positif dengan nilai berkisar 0,639-0,976 dengan nilai uji signifikan hanya terdapat pada tiga fraksi yaitu kerikil (0,038), pasir sangat kasar (0,004) dan pasir sedang (0,057)
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS UNSUR SEDIMEN DAN KEBERADAAN MAKROZOOBENTHOS PADA KAWASAN REHABILITASI MANGROVE DI KECAMATAN PEUKAN BADA DAN BAITUSSALAM ACEH BESAR. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : ANALISIS KARAKTERISTIK SEDIMEN KAWASAN MANGROVE DESA LAMBADEUK KECAMATAN PEUKAN BADA (Khairiah, 2019)