T. safrizal pemasaran semangka dengan pendekatan kelembagaan dan sistem informasi di kecamatan indra jaya kabupaten pidie". dibawah bimbingan bapak dr. ir. sofyan, m. agric. sc sebagai pembimbing utama dan bapak dr. ir. romano, mp sebagai pembimbing kedua.adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah: bagaimanakah sistem pemasaran semangka di kecamatan indra jaya kabupaten pidie dan lembaga- lembaga apa saja yang terlibat dalam proses pemasaran tersebut, serta bagaimanakah sistem informasi yang didapatkan oleh petani. penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sistem pemasaran semangka dengan pendekatan kelembagaan dan sistem informasi di kecamatan indra jaya kabupaten pidie.penelitian ini dilakukan di kecamatan indra jaya kabupaten pidie. penentuan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut merupakan salah satu sentra produksi semangka di kabupaten pidie. objek penelitian ini adalah para petani yang mengusahakan tanaman semangka. ruang lingkup penelitian ini terbatas pada profit margin pemasaran yang diterima pada setiap lembaga pemasaran dan sistem informasi. berdasarkan hasil penelitian dilapangan diperoleh rata-rata produksi yang dihasilkan oleh petani sampel dari usaha tani semangka di kecamatan indra jaya kabupaten pidie yaitu sebesar 6.358 kg/mt, dan nilai produksi yang diperoleh sebesar rp 6.828.000/mt, sehingga rata-rata pendapatan bersih yang diterima oleh petani semangka di daerah penelitin adalah sebesar rp 4.153.550/mt.terdapat dua tipe pemasara dari.semangka didaerah penelitian, dari kedua tipe pemasaran yang digunakan dalam pemasaran semangka di daerah penelitian, terlihat jelas bahwa ada dua lembaga pemasaran yang terlibat dalam proses pemasaran semangka di kecamatan indra jaya kabupaten pidie yaitu pedagang pengecer dan agen (pedagang pengumpul). petani didaerah penelitian mendapatkan informasi pasar semangka langsung dari pasar, petani juga menanyakan langsung kepada pedagang pengecer atau agen. namun didaerah penelitian belum ada petani atau pedagang yang menggunakan tehnologi yang lebih canggih seperti internet dalam mencari informasi pasar semangka, karena petani dan pedagang didaerah penelitian masih memiliki sdm yang lemah dibidang tehnologi informasi.profit margin yang diterima oleh produsen (petani) pada pemasaran tipe i yaitu sebesar rp 829,36/kg atau sekitar 66,35%/kg, sedangkan pedagang pengecer pada saluran pemasaran tipe i, profit margin yang diperoleh adalah rp 400/kg atau sekitar 23,53 %/kg. pada saluran pemasaran tipe ii profit margin yang diterima oleh produsen adalah sebesar rp 579,36/kg atau sekitar 57,94 %/kg, sedangkan profit margin yang diterima oleh agen pada saluran pemasaran tipe ii adalah sebesar rp 200/kg atau sekitar 15,39 %kg. profit margin pedagang pengecer pada saluran pemasaran tipe ii lebih besar dibandingkan profit margin yang diterima oleh agen, profit margin yang diterima oleh pedagang pengecer adalah sebesar rp 350/kg atau sekitar 20,59 %/kg.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PEMASARAN SEMANGKA DENGAN PENDEKATAN KELEMBAGAAN DAN SISTEM INFORMASI DI KECAMATAN INDRAJAYA KABUPATEN PIDIE. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PENGETAHUAN GIZI PRAKTIS IBU RUMAH TANGGA DALAM MENYIAPKAN MAKANAN SEHAT KELUARGA (STUDI DI KECAMATAN INDRAJAYA KABUPATEN PIDIE) (Ulfa Nizar, 2022)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS KESELAMATAN JALAN LOKASI BLACK SPOT PADA JALAN BANDA ACEH – MEDAN CALEUE KECAMATAN INDRAJAYA KABUPATEN PIDIE (HENDRA FUSIAN, 2022)