Latar belakang: diskolorasi dapat berdampak pada masalah psikologis dan psikososial. pemutihan gigi atau bleaching merupakan salah satu cara mengatasi perubahan warna gigi. bahan pemutih gigi seperti hidrogen peroksida dapat merubah morfologi email dan dapat menghilangkan mineral yang cukup banyak. adanya akibat dari bahan kimia pemutih gigi ini membuat masyarakat mencari alternatif lain dengan menggunakan bahan alami. cuka apel salah satu bahan alami yang mengandung asam asetat dan vitamin c yang dapat memberikan efek pemutihan pada gigi. tujuan: mengetahui pengaruh cuka apel terhadap perubahan warna gigi. metode penelitian: penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan melakukan perendaman gigi pada larutan cuka apel selama 1 hari, 3 hari, dan 5 hari. sampel diukur menggunakan shade guide. hasil: hasil penelitian ini menunjukkan hanya 12,4% pengaruh cuka apel terhadap perubahan warna gigi. jika diuji perkelompok, pada kelompok 1 hari tidak terdapat perubahan warna gigi yang signifikan sedangkan kelompok 3 hari dan 5 hari terdapat perubahan warna gigi yang signifikan. hasil penelitian dianalisis menggunakan uji wilcoxon dan uji regresi linier sederhana. kesimpulan: pengaruh cuka apel terhadap perubahan warna gigi sebesar 12,4% atau tidak terdapat perubahan warna yang signifikan dan terdapat perubahan warna gigi pada perendaman larutan cuka apel selama 3 hari dan 5 hari sedangkan perendaman larutan cuka apel selama 1 hari tidak terdapat perubahan warna yang signifikan. kata kunci : diskolorasi, bleaching, cuka apel
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH CUKA APEL TERHADAP PERUBAHAN WARNA GIGI PERMANEN. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : PERBANDINGAN EFEKTIFITAS PEMUTIHAN EMAIL GIGI ANTARA PASTA BUAH STROBERI (FRAGARIA SP) DAN APEL (MALUS SP) SEBAGAI BAHAN BLEACHING ALAMI DENGAN KARBAMID PEROKSIDA 10%. (Hilya, 2023)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH SEDUHAN KOPI ARABIKA GAYO TERHADAP PERUBAHAN WARNA ELEMEN GIGI TIRUAN RESIN AKRILIK YANG BERBEDA MEREK (Asri Maulina, 2018)