Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai konsentrasi hambat minimum (khm) dari ekstrak bakteri bsl2 dan bsl6 terhadap bakteri escherichia coli dan staphylococcus aureus, mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan mengetahui jenis bakteri dari isolat bsl2 dan bsl6. metode yang digunakan dalam menentukan nilai khm adalah rancangan acak lengkap (ral) dan dianalisis dengan uji anova menggunakan aplikasi spss serta dilanjutkan dengan uji tukey. analisis hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder adalah analisis deskriptif dan analisis yang digunakan untuk menentukan jenis isolat bsl2 dan bsl6 adlah analisis gen 16s rrna. isolat yang digunakan yaitu bsl2 dan bsl6 serta konsentrasi yang digunakan dalam uji khm yaitu 6,25%, 12,5%, 25%, 50% dan 100% dengan masing-masing dua ulangan. parameter yang diamati adalah nilai khm, kandungan senyawa metabolit sekunder dan jenis dari isolat bsl2 dan bsl6. hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai khm dari bsl2 terhadap escherichia coli yaitu pada konsentrasi 25%, sedangkan nilai khm dari bsl2 terhadap staphylococcus aureus yaitu pada konsentrasi 12,5%. nilai khm dari bsl6 terhadap escherichia coli dan staphylococcus aureus yaitu pada konsentrasi 12,5%. kandungan senyawa metabolit sekunder dari ekstrak bakteri bsl2 dan bsl6 yaitu senyawa saponin. isolat bsl2 memiliki kemiripan tertinggi dengan bacillus pumilus strain mr13, sedangkan isolat bsl6 memiliki kemiripan tertinggi dengan bacillus siamensis strain 64x-5. kata kunci: sarang lebah madu, antibakteri, metabolit sekunder, gen 16s rrna, khm
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
UJI KONSENTRASI HAMBAT MINIMUM (KHM) DAN IDENTIFIKASI ISOLAT BAKTERI ASAL SARANG LEBAH MADU. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : EFEKTIVITAS MADU TRIGONA TERHADAP PERTUMBUHAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS (GHOZI MURTADHO BATUBARA, 2023)
Abstract
Baca Juga : POTENSI BAKTERI ENDOFIT ASAL DAUN KARI (MURRAYA KOENIGII (L.) SPRENG.) SEBAGAI ANTIBAKTERI (Raudhatul Jannah, 2023)