Kabupaten pidie jaya menjadi salah satu daerah di provinsi aceh yang saat ini dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana setelah pada tanggal 7 desember 2016 lalu dilanda bencana gempa bumi 6,5 sr. pelaksanaan rekonstruksi pasca bencana akan dibangun rumah tipe 36 yang melibatkan kelompok masyarakat sebagai pelaksananya. dengan dana sebesar rp. 85 juta untuk kategori rumah rusak berat masih mendapatkan keluhan dari pihak masyarakat penerima bantuan. berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi serta menganalisis risiko yang berdampak terhadap biaya proyek selama proses rekonstruksi berlangsung. metode yang digunakan untuk mengidentifikasi risiko yaitu observasi, studi literatur dan uji para ahli, kemudian analisis risiko dengan analisa frequency index (fi), analisa severity index (si) dan probability impact matrix (pim). hasil dari identifikasi risiko didapatkan 140 risiko terjadi pada pelaksanaan rehab rekon yang dikelompokkan menjadi 17 faktor risiko. analisa menggunakan data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada 58 responden dengan tiga penanggung risiko, hasil analisis diperoleh, bpbd kabupaten pidie jaya dengan 24 risiko tingkat sedang. konsultan manajemen rehab rekon dengan 25 risiko tingkat sedang, dan 27 risiko yang bernilai sedang dari kelompok masyarakat (pokmas). risiko yang bernilai sedang dilakukan penanganan risiko karena dapat mempengaruhi biaya pelaksanaan rehab rekon perumahan korban gempa di kabupaten pidie jaya.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS RISIKO TERHADAP BIAYA PROYEK REKONSTRUKSI PERUMAHAN PASCA GEMPA DI KABUPATEN PIDIE JAYA. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : PENGARUH PERAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT TERHADAP WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI PERUMAHAN PASCA BENCANA DI KABUPATEN PIDIE JAYA (MAJID SADRI, 2018)
Abstract
Baca Juga : EVALUASI DESAIN, MUTU DAN BIAYA REKONSTRUKSI RUMAH BERBASIS MASYARAKAT PASCA BENCANA DI KABUPATEN PIDIE JAYA (Bunaiya Zaki, 2022)