Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
NABILA ULFA, ANALISIS DEFORMASI AKIBAT GEMPA BUMI PULAU LOMBOK MENGGUNAKAN METODE DIFFERENTIAL INTERFEROMETRY SYNTHETIC APERTURE RADAR (DINSAR). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021

Abstrak pulau lombok dihantam tiga gempa bumi besar yang terjadi secara berturut-turut dari bulan juli sampai agustus 2018. gempa bumi tersebut terjadi pada tanggal 29 juli (6.4 mw), 05 agustus (7.0 mw), dan 19 agustus (6.2 mw). ketiga gempa besar tersebut diakibatkan oleh sesar naik flores yang mengakibatkan terjadinya deformasi di pulau lombok. penelitian mengenai deformasi diperlukan untuk mengetahui wilayah-wilayah yang mengalami perubahan permukaan dan berapa besar perubahan yang terjadi. dari hasil pengamatan akan diketahui zona aman dan zona terdampak sehingga dapat menjadi salah satu upaya dalam mitigasi bencana. deformasi dapat diidentifikasi menggunakan teknologi penginderaan jauh tanpa perlu melakukan pengukuran langsung di lapangan. metode yang digunakan yaitu differential interferometry sar (dinsar). penelitian ini menggunakan 4 data citra sar sebelum dan sesudah gempa bumi untuk mendeteksi perbedaan fase dari citra tersebut. perbedaan fase data citra menunjukkan perubahan titik di permukaan bumi. pengolahan data dilakukan menggunakan software snap. dari penelitian ini didapatkan bahwa gempa bumi tanggal 29 juli menyebabkan kenaikan sebesar 0.13 meter di daerah pesisir pantai lombok utara dan penurunan 0.11 sebesar meter di sekitar gunung rinjani. gempa tanggal 05 agustus menyebabkan kenaikan sebesar 0.27 meter di daerah pesisir pantai lombok utara. sedangkan gempa pada tanggal 19 agustus mengakibatkan terjadinya kenaikan sebesar 0.22 meter di pesisir pantai lombok timur dan penurunan sebesar 0.082 meter. hasil survey menunjukkan bahwa metode dinsar dapat digunakan untuk mengidentifikasi deformasi permukaan di pulau lombok. kata kunci : deformasi, pulau lombok, dinsar abstract lombok island was hit by three big earthquakes in a row from july to august 2018. the earthquake occurred on july 29 (6.4 mw), august 05 (7.0 mw), and august 19 (6.2 mw). the earthquake was triggered by flores thrust fault which resulted in ground deformation on lombok island. research on deformation is needed to determine the areas that experience surface changes and how much change has occurred. from the observations, it will be known the safe zone and zone impact that can be used as disaster mitigation. deformation can be identified using remote sensing technology without direct measurements in the field. the method used in this study is differential interferometry sar (dinsar). this study used 4 sar images before and after the earthquakes to detect phase differences using these images. the phase difference in image data shows the change on the earth's surface. data processing was performed using snap. based on this research, it is known that the earthquake on july 29 caused uplift with a value of 0.13 meters in the coastal area of north lombok and subsidence with a value of 0.11 meters around mount rinjani. the earthquake on august 05 caused uplift with a value of 0.27 meters in the coastal area of north lombok. meanwhile, the earthquake on august 19 resulted in uplift with a value of 0.22 meters on the coast of east lombok and subsidence with a value of 0.082 meters. the results show that the dinsar method can be used to identify deformations in lombok island. keywords: deformation, lombok island, dinsar



Abstract



    SERVICES DESK