Ringkasan rahmat barona. karakterisasi rizobakteri agen biokontrol terhadap patogen phytophthora palmivora serta sebagai pemacu pertumbuhan tanaman kakao. dibawah bimbingan syamsuddin sebagai pembimbing ketua dan syafruddin sebagai pembimbing anggota. penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui pengaruh jenis rizobakteri dalam menekan pertumbuhan p. palmivora pada tanaman kakao, (2) untuk mengetahui pengaruh jenis rizobakteri terhadap viabilitas dan vigor benih kakao. penelitian ini akan dilaksanakan di laboratorium ilmu dan teknologi benih, jurusan agroteknologi, fakultas pertanian,dan laboratorium biologi fkip universitas syiah kuala darussalam banda aceh. penelitian ini dilaksanakan dari bulan april 2019 sampai februari 2020. penelitian ini menggunakan 2 rancangan percobaan, dimana percobaan rancangan i menggukanan rancangan acak lengkap (ral) pola non faktorial dan percobaan rancangan ii menggunakan rancangan acak kelompok (rak) pola non faktorial. perlakuan rizobakteri terdiri dari 8 isolat dan satu kontrol. tolak ukur yang diamati terdiri dari daya hambat, laju penghambatan, aktivitas enzim protease, aktivitas peroksidase, produksi hcn, melarutkan fosfat, memproduksi iaa, memproduksi sederofor, potensi tumbuh maksimum (ptm), daya berkecambah (db), indeks vigor, keserampakan tumbuh (k st ), kecepatan tumbuh relatif (k ct- tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang pada umur 30, 40, 50, 60, dan 70 hst, kejadian penyakit (kp), luas bercak, intensitas serangan dan jumlah benih terserang. hasil evaluasi kemampuan rizobakteri sebagai agen biokontrol menunjukkan terdapat 2 isolat yang mampu menghambat pertumbuhan phytoptora palmivora yang tinggi dibandingkan isolat rizobakteri lainnya yaitu gm 8/1 dan gm 7/10, terdapat 2 isolat yang memiliki kemampuan memproduksi enzim protease yaitu gm 8/1 dan gm 8/8, terdapat 1 isolat yang memiliki kemampuan memproduksi hcn yaitu gm 8/1. aktivitas peroksidase tertinggi dijumpai pada isolat gm 7/10 (3,49 u/mg protein). r), t 50, hasil evaluasi kemampuan isolat rizobakteri sebagai pemacu pertumbuhan tanaman menunjukkan bahwa terdapat 4 isolat yang mampu menghasilkan hormon tumbuh iaa yang tinggi yaitu isolat rizobakteri gm 7/9, gm 8/8, gm 5/6, dan gm 3/6. terdapat 2 isolat mampu melarutkan fosfat yaitu gm 7/10 dan gm 8/8. sementara pada analisis kemampuan rizobakteri memproduksi siderofor secara keseluruhan semua isolat yang diuji memiliki kemampuan memproduksi siderofor tetapi dengan kandungan yang berbeda-beda, namun jumlah kandungan produksi siderofor cenderung lebih banyak dijumpai pada isolate rizobakteri gm 7/10. bedasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan benih menggunakan rizobakteri berpengaruh nyata terhadap potensi tumbuh maksimim (ptm), daya berkecambah (db), keserempakan tumbuh (kst). isolat rizobakteri gm 3/6, gm 7/9, gm 8/8, dan gm 8/11 memberikan peningkatan terhadap nilai tolok ukur potensi tumbuh maksimum yaitu 96,67%. sementara hal yang berbeda ditunjukkan pada tolok ukur daya berkecambah, dimana nilai tertinggi hanya dijumpai pada perlakuan isolat rizobakteri gm 8/8 (96, 67 %. ). sedangkan nilai tertinggi pada keserempakan tumbuh relatif juga dijumpai pada isolat rizobakteri gm 8/8 dengan nilai 86,67%. bedasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan rizobakteri berpengaruh nyata terhadap tolok ukur kejadian penyakit, luas bercak, keparahan penyakit dan jumlah biji yang terifeksi. kejadian penyakit pada bibit kakao terendah dijumpai pada isolat rizobakteri gm 8/1 (26,67%), sementara hal yang sama ditujukkan pada tolok ukur luas bercak, keparahan penyakit dan jumlah biji terinfeksi, dimana perlakuan isolat rizobakteri terbaik juga dijumpai pada gm 8/1. kata kunci :karakterisasi rizobakteri, perlakuan benih, phytophthora palmivora
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KARAKTERISASI RIZOBAKTERI AGEN BIOKONTROL TERHADAP PATOGEN PHYTOPHTHORA PALMIVORA SERTA SEBAGAI PEMACU PERTUMBUHAN TANAMAN KAKAO. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : : EFEKTIVITAS RIZOBAKTERI KANDIDAT AGENS BIOKONTROL TERHADAP DAYA HAMBAT PERTUMBUHAN KOLONI PHYTHIUM SP SERTA PENGARUHNYA TERHADAP VIABILITAS DAN VIGOR DUA VARIETAS BENIH TOMAT (LYCOPERSICUM ESCULENTUM MILL.) (Annisa Humaira, 2017)