Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
NIZAR HELMI, ANALISIS PERILAKU GESER BALOK BETON RINGAN BUSA BERSERAT NILON (FIBER FOAMED REINFORCED CONCRETE) DENGAN METODE ELEMEN HINGGA NON-LINEAR. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021

Kegagalan geser elemen struktural seperti balok dapat terjadi secara tiba-tiba tanpa peringatan terlebih dahulu berbeda halnya dengan keruntuhan akibat lentur yang ditandai terlebih dahulu oleh lelehnya tulangan tarik. oleh karena itu, dalam penelitian eksperimental penggunaan beton busa ringan dengan campuran serat nilon merupakan salah satu solusi untuk meningkatkan kapasitas kuat geser beton, pola retak yang relatif kecil serta menyebar dan kemampuan daktilitas beton lebih tinggi jika dibandingkan dengan beton normal. perkembangan teknologi mikro komputer dalam pengembangan software finite element method (fem) menjadikan permasalahan untuk menganalisis elemen struktur sudah dapat dicari solusinya. penggunaan software berbasis fem dinilai sangat tepat untuk kebutuhan desain dan penilaian elemen struktur dengan alasan kecepatan dan ketepatan. penelitian ini menggunakan software atena v5 yang berbasis metode elemen hingga non-linear yang hasilnya akan dijustifikasi dengan hasil penelitian eksperimental terdahulu. adapun tujuannya untuk mengetahui perilaku geser balok beton ringan berserat nilon dengan menggunakan software atena v5 dan hasilnya dibandingkan dengan penelitian eksperimental oleh churrany, m. (2015). metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode elemen hingga non-linear dengan menggunakan 4 buah benda uji berukuran (15 × 30 × 220) cm3 yaitu 3 balok beton berserat nilon berjarak sengkang 25 cm (bbsn-25), 20 cm (bbsn-20) dan tanpa sengkang (bbsn-0) serta 1 balok beton normal berjarak sengkang 25 cm (bn-25). hasil analisis numerik menunjukkan nilai yang hampir mendekati dengan hasil eksperimental. beban ultimit balok beton ringan berserat nilon bbsn-0, bbsn-25, bbsn-20 dan balok normal bn-25 menunjukkan perbedaan masing-masing sebesar 94,04 kn (-11,26%), 150,92 kn (-5,51%), 173,46 kn (7,73%) dan 147 kn (-12,6%) serta lendutan ultimit masing-masing sebesar 13,72 mm (6,6%), 14,86 mm (32,09%), 18,43 mm (-6,92%) dan 12 mm (32,45%). pola kehancuran balok model numerik menyerupai pola kehancuran model eksperimental. hasil analisis numerik menunjukkan bahwa semua balok yang dimodelkan gagal terhadap geser sesuai dengan yang direncanakan.


Baca Juga : SIFAT MEKANIS BETON BUSA DENGAN SERAT DAN TANPA SERAT (ANGGUN DIAN HARDIYANTI, 2021)


Abstract



    SERVICES DESK