Biasanya pengupasan biji aren menjadi kolang-kaling dilakukan dengan cara manual mengupas dengan menggunakan tangan. seiring perkembangan zaman, biji aren dapat langsung dikupas dengan menggunakan alat pengupas biji aren menjadi kolang-kaling. namun belum ada pengujian secara ergonomika spesifik mengenai perbedaan antara alat mesin pengupas portable dengan cara pengupasan manual. berdasarkan informasi tersebut maka diperlukan penelitian yang mampu mengungkapkan secara detail terkait perbedaan dari dua cara tersebut, ditinjau dari segi ergonomika pengukuran beban kerja berdasarkan denyut jantung. adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan cara pengupasan biji aren menggunakan cara manual dengan menggunakan mesin pengupas biji aren portable berdasarkan analisa ergonomika yang terdiri dari beban kerja. penelitian ini dilaksanakan di desa riting, kecamatan indrapuri, kabupaten aceh besar. waktu penelitian dilaksanakan pada bulan november 2019-mei 2020. peralatan yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari mesin pengupas portable, timbangan badan, meteran, pita ukur, alat tulis, kamera digital, timbangan pegas, dan peralatan lain yang mendukung, sementara bahan-bahan yang digunakan untuk penelitian ini adalah biji aren. penelitian ini dibagi menjadi 3 (tiga) tahap yang diawali dengan persiapan penelitian, pengambilan data dan pengolahan data. persiapan penelitian meliputi persiapan alat dan bahan, pengupasan kolang-kaling menggunakan alat dan manual. pengambilan data meliputi penentuan operator dan analisis denyut jantung. pengolahan data dilakukan dengan menggunakan ms. excel untuk menghasilkan data grafik denyut jantung. hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja mesin portable membantu para pekerja untuk mengupas buah aren lebih efektif, efisien, lebih meningkatkan kapasitas produksi dan lebih aman. secara manual, kapasitas produksi masih lebih sedikit dan memiliki resiko keamanan yang lebih rendah dengan pekerjaan yang berulang-ulang dapat meningkatkan resiko kelelahan sehingga tidak terlalu ergonomis. analisis denyut jantung dari operator i-iv dapat dilihat denyut jantung operator i dan iii saat menggunakan mesin pengupas portable lebih tinggi grafiknya dan operator ii dan iv denyut jantungnya lebih rendah ketika menggunakan mesin pengupas. jika ditinjau dari segi kesehatan dan keselamatan kerja dari kedua metode pengupasan, lebih baik menggunakan mesin portable lebih ergonomis, aman, efektif dan efisien. total pengupasan kolang kaling secara manual menghasilkan 840 gr kolang kaling, sedangkan pengupasan dengan menggunakan mesin pengupas portable menghasilkan sebanyak 1872 gr kolang kaling. data tersebut membuktikan bahwa mesin pengupas menghasilkan kolang kaling dua kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan metode manual.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
STUDI KOMPARASI KINERJA PENGUPAS BIJI AREN MANUAL DENGAN MESIN PENGUPAS PORTABLE BERDASARKAN ASPEK ERGONOMIKA. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : DESAIN MESIN PENGUPAS BUAH AREN (ARENGA PINNATA MERR) (Niza Nahdianda, 2015)