Latar belakang: penyakit paru obstruktif kronik (ppok) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di indonesia dan penyebab kematian keempat di dunia. ppok eksaserbasi akut masih menjadi masalah kesehatan saat ini yang berdampak terhadap penurunan kualitas hidup, upaya yang dilakukan dalam penanganan pasien ppok eksaserbasi akut baik terapi farmakologi dan non farmakologi terus berkembang pesat. n-asetilsistein (nac) merupakan salah satu terapi farmakologi yang di berikan dengan tujuan tersebut, terapi ini dapat diberikan secara oral maupun intravena. pemberian nac dosis tinggi pada pasien ppok eksaserbasi dapat mengurangi kerusakan sel akibat terjadinya stress okidatif, sehingga dapat mengurangi tingkat eksaserbasi dan memperbaiki kualitas hidup pasien. metode: penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian cross-sectional. sampel dikumpulkan dengan metode simple random sampling. pemeriksaan kadar prokalsitonon dengan metode pemeriksaan chemiluminescence immunoassay (clia). hasil: hasil penelitian didapatkan pasien ppok eksaserbasi di rsudza paling banyak jenis kelamin laki-laki, dengan kelompok umur 50-59 tahun, dengan tingkat pendidikan slta, bekerja sebagai wiraswasta, memiliki indeks brinkman berat, dengan ppok eksaserbasi derajat berat, dengan nilai saturasi oksigen
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN PEMBERIAN ASETILSISTEIN INTRAVENA TERHADAP KADAR PROKALSITONIN PADA PPOK EKSASERBASI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : HUBUNGAN ANTARA PENAMBAHAN PEMAKAIAN ANTIKOLINERGIK PADA BETA-2 AGONIS DENGAN KEJADIAN HIPOKALEMIA PADA PASIEN PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK EKSASERBASI DI RSUDZA BANDA ACEH (FITRI ANDRIANI, 2019)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN DERAJAT PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (SHARAH ANNISA, 2017)