Abstrak provinsi aceh telah melakukan pilkada serentak tahun 2017 termasuk juga di aceh singkil bertujuan memilih bupati dan wakil bupati. dalam hal ini justru menjadi boomerang untuk kabupaten aceh singkil dan menjadi tantangan dalam hal money politics, maraknya hal tersebut membuat kabupaten aceh singkil semakin jalan ditempat, masyarakat tidak berfikir panjang untuk menentukan hak pilihnya karena sekarang hak suara bisa dipilih dengan rupiah, hal ini membuat aceh singkil sulit berkembang dan maju akibat dari adanya money politics pasca pilkada, masyarakat awam yang tidak mengerti tata kelola system pemerintahan membuat daerah itu semakin tertinggal. setiap broker politik turun ke lapangan untuk membagi-bagi uang dengan banyak modus. permainan antar aktor dan sumber daya dalam praktik money politics dalam pilkada sedikitnya diperlihatkan dalam dua hal, yaitu: pertama, membagi amplop, yang biasanya berisikan uang tunai. kedua, memberikan sumbangan bahan material berupa pasir, batu ataupun yang lainnya. hal ini sebagaimana yang terjadi di aceh singkil pada pilkada februari 2017 lalu. dikarenakan masyarakat aceh singkil dalam kehidupan sehari-harinya hanya bertani dan cenderung pragmatis terhadap politik. dengan ditemukannya praktik money politics, mana calon yang menghasilkan uang yang lebih banyak, maka itulah yang dipilih. hal ini disebabkan politik mereka masih terbilang rendah. kata kunci: partisipasi politik, konsep money politics
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH MONEY POLITICS TERHADAP PARTISIPASI MASYARAKAT ACEH SINGKIL PADA PILKADA 2017 (SUATU PENELITIAN DI KECAMATAN KOTA BAHARU DAN KECAMATAN SINGKOHOR). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021
Baca Juga : PENGARUH MONEY POLITIC TERHADAP PARTISIPASI PEMILIH PEMULA PADA PILKADA 2018 KABUPATEN ACEH SELATAN (STUDI KASUS KECAMATAN KLUET UTARA) (Murtadha Zaiton, 2019)