Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
Mutia Aidia Nabilla, EFIKASI BEBERAPA INSEKTISIDA NABATI DALAM MENGENDALIKAN HAMA CROCIDOLOMIA PAVONANA FABRICIUS DI LABORATORIUM. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2021

Crocidolomia pavonana (f.) ordo lepidoptera famili crambidaemerupakan salah satu hama yang menyerang tanaman dari famili brassicaceae antara lain kol, bunga kol, sawi, lobak dan radish. serangga ini bersifat oligofag yaitu termasuk serangga pemakan beberapa jenis tanaman dari satu famili. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan jenis ekstrak yang efektif dalam mengendalikan hama c. pavonana. tumbuhan yang bersifat sebagai insektisida nabati antara lain jambu mede (anacardium occidentale l.), alpukat (persea americana mill), sembung (blumea balsamifera l.), mengkudu (morinda citrifolia l.) dan tembelekan (lantana camaral.).penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium hama tumbuhan program studi proteksi tanaman dan laboratorium analisis pangan program studi teknologi hasil pertanian fakultas pertanian universitas syiah kuala. penelitian dimulai sejak bulan februari 2020 sampai dengan maret 2020. penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap (ral) nonfaktorial yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga diperoleh 20 unit percobaan. peubah yang diamati meliputi mortalitas larvac. pavonana, persentase penghambat makan larva c. pavonana, persentase pupa yang muncul dan persentase imago yang muncul. hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi beberapa insektisida nabati berpengaruh terhadap mortalitas dan penghambat makan larva c. pavonana. mortalitas larva c. pavonana tertinggi pada 7 hsa terdapat pada aplikasi ekstrak daun tembelekan mencapai 67,50% dan terendah pada perlakuan mengkudu 35%. persentase penghambat makan tertinggi pada 7 hsa terjadi pada aplikasi ekstrak daun tembelekan yaitu 84,58% dan yang paling rendah terdapat pada aplikasi ekstrak daun alpukat yaitu 70,94%. persentase pupa yang muncul tertinggi terdapat pada ekstrak daun mengkudu yaitu 65% dan yang terendah pada ekstrak daun tembelekan yaitu 32,50%. persentase imago yang muncul tertinggi terdapat pada ekstrak daun mengkudu yaitu 65% dan yang terendah pada aplikasi ekstrak tembelekan yaitu 32,50%. dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak daun tembelekan lebih efektif dibandingkan aplikasi ekstrak daun sembung, jambu mede, alpukat dan mengkudu.



Abstract



    SERVICES DESK