Pengering inframerah dapat mengeringkan suatu gabah dengan cepat, namun umumnya pengeringan lebih cepat pada bagian permukaan produk. pengeringan gabah menggunakan alat pengering inframerah supaya gabah dapat dikeringkan dengan cepat dan higenis akan tetapi ketika ketebalan tumpukan gabah ditingkatkan, maka kadar air gabah baik pada bagian atas, tengah, dan bawah akan semakin meningkat.. rancangan rumah pengering dapat dilihat pada gambar 3. rumah pengering tersebut terdiri dari pemanas inframerah, mikrokontroler, empat sensor suhu dan kelembaban, dua sensor kadar air, dua fan komputer, satu relay, ruang pengering untuk meletakkan gabah, dan ruang untuk meletakkan laptop dan mikrokontroler. panjang, lebar dan tinggi ruang pengering masing-masing 50 cm x 50 cm x 30 cm. dua sensor suhu dan kelembaban digunakan diletakkan di dalam gabah (bagian atas dan bawah gabah), dan 2 sensor suhu dan kelembaban diletakkan di dalam dan diluar alat pengering (lingkungan). begitu juga dengan sensor kadar air, diletakkan pada bagian lapisan atas dan bawah gabah. peletakan sensor-sensor ini berguna untuk mengetahui distribusi suhu, kelembaban, dan kadar air gabah pada lapisan atas dan bawah. berdasarkan penelitian yang telah dilakukan daya pemanas inframerah 100 w dapat diaplikasikan sebagai alternatif pengering gabah jika suhu lingkungan kurang menguntungkan (suhu 30°c atau lebih), pengering inframerah (25 w – 100 w) dan surya dapat mengeringkan gabah dengan cepat dengan ketebalan 2 cm – 6 cm dengan waktu antara 90-150 menit.kata kunci : gabah padi varietas ciherang blang bintang, multikontroler arduino uno.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
UJI KINERJA SISTEM PENGERINGAN PEMANAS INFRAMERAH DAN ENERGI SURYA PADA GABAH LAPISAN TEBAL. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : MODEL MATEMATIKA PENGERINGAN LAPISAN TIPIS KOPI ROBUSTA (COFFEA CANNEPHORA) PADA PENGERING TYPE EFEK RUMAH KACA DENGAN VARIABEL PEMANAS (TAUFIQ AL HAKIM, 2025)
Abstract
Baca Juga : OPTIMASI PENYERAPAN ENERGI MATAHARI MEMANFAATKAN LALUAN MULTI BELOKAN TAJAM (SUSI FITRI YANTI, 2024)