Multi-drug resistant tuberculosis (tb mdr) adalah kondisi yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis yang resisten terhadap obat anti tuberkulosis (oat), yaitu isoniazid dan rifampicin. tujuan penelitian untuk menggali secara mendalam pengalaman penderita tb mdr selama masa pengobatan tb, terkait dengan perilaku yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan dari aspek kognisi dan afeksi berdasarkan teori health promotion model (hpm). jenis penelitian ini kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. partisipan dalam penelitian ini berjumlah enam orang yang tinggal di kota lhokseumawe. pengambilan sampel dengan cara total sampling. pengumpulan data menggunakan metode indepth interview dan field note dengan metode collaizi. hasil penelitian teridentifikasi 10 tema, yaitu pemahaman tentang penyakit tb mdr, sikap saat sakit, stigma, efek obat, waktu pengobatan yang lama, sikap negatif tenaga kesehatan, faktor pendukung dari dalam diri, dukungan dalam perawatan, harapan untuk mencapai kesembuhan dan perilaku promosi kesehatan. hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengalaman penderita tb mdr dalam masa pengobatan tb sangat beragam dan berdampak pada bio, psiko, sosial dan kultural bagi penderita. rekomendasi hasil penelitian diharapkan pemangku kebijakan untuk dapat merencanakan dan mengimplementasikan intervensi terkait untuk mempromosikan perilaku perawatan diri diantara pasien dan pemberi pelayanan kesehatan melalui edukasi.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
STUDI FENOMENOLOGI TENTANG PENGALAMAN PASIEN DENGAN MULTI-DRUG RESISTANT PADA PENGOBATAN TUBERKULOSIS PARU DI KOTA LHOKSEUMAWE. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : KUALITAS HIDUP PENDERITA TUBERKULOSIS PARU YANG MENJALANI TERAPI DI PUSKESMAS INGIN JAYA DENGAN LATAR BELAKANG BUDAYA LOKAL: PENDEKATAN KUALITATIF (Athifah Azalia Azarine, 2025)
Abstract
Baca Juga : PROFIL PENDERITA TUBERKULOSIS PARU YANG BEROBAT JALAN DI PUSKESMAS SAKTI KABUPATEN PIDIE TAHUN 2010 (Novi Maulidar, 2023)