Pencari tiram merupakan profesi yang memberikan paparan air dalam waktu lama bagi pekerjanya dimana pada saat bekerja pencari tiram biasanya menggunakan sepatu boots untuk melindungi kakinya dari permukaan yang kasar di sungai. individu yang sering menggunakan sepatu tertutup dan kontak dengan air dalam waktu lama saat beraktivitas akan meningkatkan risiko penyakit kulit akibat jamur. salah satu jenis penyakit kulit akibat kolonisasi jamur pada kaki adalah tinea pedis. pada kecamatan baitussalam terdapat beberapa desa yang mayoritas penduduknya bekerja sebagai pencari tiram. sehingga, peneliti tertarik untuk mengetahui hubungan antara pemakaian sepatu boots dengan kejadian tinea pedis pada pencari tiram di wilayah kerja puskesmas baitussalam. penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional cross sectional dengan teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling (jumlah responden sebanyak 37 orang pencari tiram yang memakai sepatu boots). pemakaian sepatu boots dinilai dengan menggunakan kuesioner pemakaian sepatu boots dan tinea pedis dengan pemeriksaan dokter umum di puskesmas baitussalam pada bulan juli 2020. hasil penelitian ini menunjukkan pemakaian sepatu boots kurang baik menyebabkan positif tinea pedis pada 15 orang (83,3%) dan negatif 3 orang (16,7%) sedangkan pemakaian sepatu boots baik menyebabkan tinea pedis 7 orang (36,8%) dan negatif 12 orang (63,2%). hasil analisis uji chi square, nilai p value yang diperoleh adalah 0,011 (p value ? 0,05). penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pemakaian sepatu boots dengan kejadian tinea pedis pada pencari tiram di wilayah kerja puskesmas baitussalam. kata kunci: tinea pedis; pemakaian sepatu boots; pencari tiram
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
HUBUNGAN PEMAKAIAN SEPATU BOOTS DENGAN KEJADIAN TINEA PEDIS PADA PENCARI TIRAM DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BAITUSALAM. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : PERANAN PENCARI TIRAM DALAM MENDUKUNG KETAHANAN EKONOMI KELUARGA DI KECAMATAN BAITUSSALAM ACEH BESAR (Rahmat Setiawan, 2016)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS FAKTOR RISIKO DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 13-60 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUTA ALAM KOTA BANDA ACEH (HAYA MAHIRA SAJIDA, 2024)