Pemanfaatan energi surya sebagian besar untuk pemanas air. sistem pemanas air surya sudah umum digunakan, namun masih memiliki beberapa hambatan sehingga selalu diperlukan penelitian untuk meningkatkan kinerja sistem pemanas air surya. pada penelitian ini digunakan pemanas air surya yang dapat diandalkan untuk menyediakan air panas pada saat tidak tersedianya energi matahari atau sinar surya dalam jangka pendek. alat penyimpan panas digunakan terbuat dari alumunium dengan tebal 5 mm dengan diameter 360 dan tinggi 1350 mm, pada bagian dalam alat penukar kalor dipasang pipa alumunium dengan diameter 20 mm. untuk meningkatkan kinerja sistem digunakan material penyimpan energi panas (pcm) diletakkan didalam tabung air. material yang digunakan untuk penyimpan energi panas yaitu lilin lebah (beeswax) dan parafin. pengujian sistem pemanas air surya dilakukan dipesisir laut lampulo dengan kondisi cuaca kota banda aceh. dari hasil pengujian material penyimpan panas beeswax dan paraffin (pcm) mampu meleleh pada temperatur 45-65ºc. penggunaan material penyimpan energi panas mampu mempertahankan temperatur air dari temperatur 40°c hingga 45°c selama 4,5 jam. dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa menggunakan material berubah fasa (pcm) sebagai material penyimpan energi panas akan mampu meningkatkan dan mempertahankan kinerja sistem pemanas air surya.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
UJI EKSPERIMENTAL SISTEM PEMANAS AIR TENAGA SURYA MEMANFAATKAN MATERIAL PENYIMPAN PANAS. Banda Aceh Fakultas Teknik,2014
Baca Juga : PENGARUH PEMANFAATAN MATERIAL PENYIMPAN PANAS PADA KOLEKTOR KONSENTRATOR TIPE SETENGAH SILINDRIS (MUHAMMAD FADHIL, 2018)
Abstract
Baca Juga : ANALISA SISTEM PENAMBAHAN KOLEKTOR SURYA SEBAGAI PENYUPLAI PANAS PADA SISTEM PENGERING IKAN (Eri Eka Putra, 2017)