Teuku saiful mahli! "korelasi pola kemitraan dengan pendapatan bersih petani kakao kecamatan meureudu kabupaten pidie" di bawah bimbingan bapak ir.m.nassir hawy,m.s sebagai pembibing utama dan bapak lr.kadir zailani sebagai pembimbing kedua. perkebunan rakyat yang sering disebut juga pola swadaya menduduki hampir 80% total areal perkebunan yang ada di indonesia, dimana pengelolaannya masih terbatas, dalam artian belum ada pembagian pengelolaan untuk masing-masing sistem. usaha perkebunan rakyat semakin lama semakin luas di indonesia, walau pun permasalahan yang dihadapi cukup banyak seperti masalah modal keterbatasan sumber daya dan teknologi. dasar pertimbangan pengembangan coklat di indonesia adalah terbukanya peluang pasar. coklat indonesia diharapkan mampu menyaingi coklat dari negara lain. karena harga pokok coklat indonesia lebih rendah dari pada harga pokok coklat dari negara lain. perkebunanan yang terpisah-pisah dengan luas areal yang sedikit sebenarnya menyulitkan dalam pengelolaan dan meningkatkan biaya produksi. biaya yang dikeluarkan petani kakao skala kecil akan besar bila dibandingkan petani yang melakukan usahatani dengan skala usaha yang lebih besar. oleh karena itu diperlukan mitra yang cocok untuk dapat meningkatkan pendapatan petani. selain itu mitra yang ada supaya lebih meningkatkan kinerjanya tujuan dari penelitian ini adalah : untuk mengetahui hubungan kemitraan dengan tingkat pendapatan bersih petani kakao di kecamatan meureudu.metode penelitian yang digunakan untuk mengetahui korelasi pola kemitraan dilakukan dengan metode kualitatif yang merupakan prosedur pemecahan masalah yang diselidiki, dengan menggambarkan keadaan objek penelitian pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang ada atau sebagaimana keadaan yang sebenamya. berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa pola kemitraan yang ditemukan di kecamatan meureudu dalam bentuk tampa ikatan dimana dalam pelaksanaan didasari pada dasar kepentingan bukan karena belas kasihan atas dasar motivasi, etika dan kesungguhan yang bermakna minat/dukungan, harapan, kejujuran layalitas dan kemampuan petani dalam berrnitra. hasil anajisis memperlihatkan bahwa dengan kepemilikan lahan diatas 0,5 hektar petani memperoleh pendapatan bersih dari usahatani kakao rata-rata rp 3.159.820, dengan kepemilikan tanah diatas 0,5 hektar petani akan memperoleh pendapatan rata-rata 9.0 i0.056, sedangkan dengan kepemilikian lahan diatas 1 hektar akan memperoleh pendapatan rata-rata rp 19.659.766.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
KORELASI POLA KEMITRAAN DENGAN PENDAPATAN BERSIH PETANI KAKAO KECAMATAN MEUREUDU KABUPATEN PIDIE. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : KONTRIBUSI USAHATANI KAKAO TERHADAP TINGKAT PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI DESA REULEUT KECAMATAN ULIM KABUPATEN PIDIE JAYA (ERNI LISTIA, 2016)