Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh mulsa organik dan jarak tanam yang tepat serta intraksi diantara keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kentang. penelitian ini dilaksanakan di kampung beranang kecamatan kutapanjang kabupaten gayo lues dan laboratorium dasar psdku gayo lues, berlangsung dari bulan september sampai desember 2019. rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak kelompok pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. faktor pertama mulsa organik terdiri dari 3 taraf yaitu kontrol, mulsa limbah serai wangi, mulsa jerami padi, dan faktor kedua jarak tanam terdiri dari 3 taraf yaitu 70 cm x 30 cm, 80 cm x 30 cm dan 90 cm x 30 cm. hasil penelitian menunjukkan bahwa mulsa organik berpengaruh sangat nyata terhadap berat per umbi (g) dan berpengaruh nyata terhadap berat umbi pertanaman (g) dengan hasil tanaman kentang yang terbaik terdapat pada perlakuan mulsa jerami padi (m2). perlakuan jarak tanam berpengaruh nyata terhadap diameter umbi (mm) dan potensi hasil (ton ha-1), dengan hasil tanaman kentang terbaik terdapat pada perlakuan jarak tanam 70 cm x 30 cm (j1). terdapat interaksi yang berpengaruh tidak nyata antara perlakuan mulsa organik dan jarak tanam terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah umbi pertanaman, berat umbi pertanaman, berat per umbi, diameter umbi, berat per plot netto dan potensi hasil (ton ha-1).
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH MULSA ORGANIK DAN JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L.). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : PENGARUH JENIS MULSA PADA BEBERAPA VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L. ) (Siti Patimah, 2021)