Pusat-pusat pembangkit tenaga listrik berada jauh dari pusat beban, hal ini mengakibatkan kerugian yang cukup besar dalam penyaluran daya listrik. kerugian tersebut disebabkan oleh saluran yang cukup panjang. sehingga, dalam penyaluran daya listrik melalui tranmisi maupun distribusi, akan mengalami jatuh tegangan sepanjang saluran yang dilalui. untuk mengurangi jatuh tegangan diperlukan metode analisa yang bertujuan mengetahui rugi-rugi yang terjadi. besar drop tegangan yang terjadi pada feeder syiah kuala sangat dipengarui oleh besar arus dan nilai impedansi sehingga jatuh tegangan yang terjadi pada feeder syiah kuala tidak boleh melebihi acuan standar spln no 72 tahun 1987 yang telah ditentukan yaitu sebesar -10% dari tegangan nominalnya. drop tegangan yang paling besar terjadi pada gardu skl 16-00 sebesar 4,22 % yang disebabkan oleh arus beban berlebih. untuk skl 32-00 jatuh tegangan sebesar 4,084% disebabkan panjang saluran serta pembebanan trafo berlebih, akan tetapi drop tersebut tidak melebihi standar yang telah dibuat yaitu tegangan tidak berada di bawah 18 kv. sehingga drop tegangan masih dianggap layak untuk feeder syiah kuala.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISA JATUH TEGANGAN JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV PADA FEEDER SYIAH KUALA PT.PLN (PERSERO) UPT TRAGI BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Teknik,2014
Baca Juga : ANALISA JATUH TEGANGAN JARINGAN DISTRIBUSI PRIMER 20KV PADA PENYULANG INDRAPURI (STUDI KASUS PADA PT. PLN (PERSERO) RAYON LAMBARO) (Rahmat Akbar, 2016)
Abstract
Baca Juga : OPTIMASI PENEMPATAN KAPASITOR PADA SISTEM DISTRIBUSI 20 KV MENGGUNAKAN ETAP 19.0.1. (YURI BAYANI BATUBARA, 2024)