Kamboja merah (plumeria rocea) dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional seperti disentri yang disebabkan oleh infeksi bakteri. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder p. rocea, serta mengetahui aktivitasnya dalam menghambat pertumbuhan bakteri escherichia coli dan staphylococcus aureus. bagian bunga, daun dan kulit batang p. rocea diekstraksi dengan pelarut metanol. profil fitokimia ekstrak bunga, daun dan kulit batang menunjukkan adanya kandungan senyawa golongan alkaloid, steroid, terpenoid, saponin steroid dan saponin terpenoid. hasil uji antibakterial masing-masing ekstrak dengan metode difusi agar menggunakan cakram menunjukkan bahwa ekstrak kulit batang lebih aktif dibandingkan ekstrak bunga atau daun, dengan zona hambat terbesar diperlihatkan pada konsentrasi 10% yaitu 8,7 mm (e. coli) dan 15 mm (s. aureus), sedangkan pada konsentrasi yang sama ekstrak daun dan bunga menghasilkan zona hambat yang lebih kecil yaitu 6,7 mm (e. coli) dan 10,2 mm (s. aureus) untuk ekstrak daun, 6 mm (e. coli) dan 11,3 mm (s. aureus) untuk ekstrak bunga. kata kunci : kamboja merah (plumeria rocea), metabolit sekunder, antibakterial, staphylococcus aureus, escherichia coli.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERIAL EKSTRAK METANOL DARI TUMBUHAN KAMBOJA MERAH (PLUMERIA ROCEA). Banda Aceh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam,2014
Baca Juga : UJI AKTIVITAS PESTISIDA EKSTRAK TUMBUHAN FAMILI APOCYNACEAE TERHADAP KEONG MAS (POMACEAE CANALICULATA) (Nazariah, 2022)
Abstract
Baca Juga : UJI AKTIVITAS PESTISIDA EKSTRAK METANOL TUMBUHAN GADUNG (DIOSCORE HISPIDA DENNST) TERHADAP KEONG MASRN(POMACEAE CANALICULATA) (Fetti Fariani, 2024)