Abstrak nyeri neuropatik pada nyeri punggung bawah merupakan salah satu kumpulan gejala yang sulit diidentifikasi sehingga pengobatan sering tidak optimal. nyeri neuropatik memunculkan masalah bukan hanya menyangkut kerusakan jaringan saraf itu sendiri, tetapi dapat menyebabkan nyeri kronik yang menurunkan kualitas hidup penderita. beberapa instrumen untuk membedakan nyeri neuropatik dan non neuropatik telah banyak dikembangkan di dunia, namun belum ada instrumen untuk penilaian nyeri neuropatik pada pasien nyeri punggung bawah yang mudah digunakan di negara berkembang terutama indonesia. sehingga diperlukan instrumen baru, mudah dan cepat untuk mengidentifikasi nyeri neuropatik. new neuropathic pain questionnaire (nnpq) merupakan instrumen evaluasi baru untuk mengidentifikasi nyeri neuropatik pada nyeri punggung bawah. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui validitas isi, validitas kriteria, reliabilitas dan uji diagnostik nnpq untuk mengidentifikasi komponen nyeri neuropatik pada penderita nyeri punggung bawah. penelitian ini menggunakan uji validitas isi dengan pendapat pakar, validitas kriteria menggunakan korelasi pearson product moment, uji reliabilitas, dan uji diagnostik. besar sampel penelitian adalah 140 sampel. sampel diambil dengan metode non random consecutive sampling. pengambilan data dilakukan bulan oktober 2020. hasil validitas isi didapatkan nilai acp sebesar 93% menyatakan bahwa nnpq dapat diterima. validitas kriteria berdasarkan analisa statistik didapatkan 7 pertanyaan dari 9 pertanyaan terbukti valid dengan nilai p0,005. uji reliabilitas menunjukkan skor cronbach alpha
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
UJI VALIDITAS DAN RELIABILITAS NEW NEUROPATHIC PAIN QUESTIONNAIRE UNTUK MENGIDENTIFIKASI NYERI NEUROPATIK PADA PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ANTI NEUROPATHIC PAIN PADA PASIEN CANCER PAIN DI RSUD DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (SUZILA, 2019)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN INTENSITAS NYERI PASIEN NYERI PUNGGUNG BAWAH (Dian Mutia, 2017)