Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan menguji dua hal secara empiris.pertama, bahwa laba yang dirinci dalam komponen cash flows dan akrual dapat memprediksi arus kas periode yang akan datang. kedua, untuk memberikan bukti empiris bahwa komponen arus kas lebih kuat daripada komponen akrual dalam memprediksi arus kas periode yang akan datang . penelitian ini menggunakan regresi multiple linear untuk menguji hipotesis yang diajukan. adapun objek penelitian ini adalah 39 perusahaan manufaktur yang terdaftar dan aktif dalam perdagangan di bursa efek jakarta selama tahun 1999-2002. metode pengumpulan data dengan metode purposive sampling yaitu metode pengambilan non-probabilitas berdasarkan pengalaman individu atau judgement memilih sampel dengan kriteria yang dioutuhkan. hasil penelitian dengan menggunakan regresi multiple linear menunjukan bahwa semua variabel yang diteliti signiftkan sehingga variabel yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai distribusi expected residual yang normal, sehingga dapat digunakan sebagai alat untuk menyimpulkan hasil penelitian. kesimpulan dari hasil penelitian menunjukan bahwa laba bersih historis yang dirinci ke dalam komponen arus kas operasi dan komponen akrual total mempunyai kapasitas untuk mernprediksi arus kas operasi perioda mendatang, dan komponen arus kas operasi memiliki kontribusi yang lebih besar dari pada komponen akrual total untuk memprediksi arus kas operasi periode mendatang ketika kedua komponen tersebut secara simultan menjadi prediktor-prediktor dalam model peramalan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
NILAI PREDIKTIF KOMPONEN-KOMPONEN LABA (SUATU STUDI EMPIRIS PADA BURSA EFEK JAKARTA). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : STUDI TENTANG KINERJA AKUNTANSI, KINERJA EKONOMI MAKRO DAN DAMPAKNYA TERHADAP HARGA SAHAM (SURVEY PADA EMITEN NON KEUANGAN DI BURSA EFEK JAKARTA) (Nurul Fajrina, 2024)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH STRUKTUR MODAL TERHADAP RETURN ON EQUITY (ROE) INDUSTRI PERTAMBANGAN DI BURSA EFEK JAKARTA (Ilham Novrizal, 2024)