Pt. fajar baizury & brothers merupakan perusahaan swasta yang kegiatan usahanya terdiri atas beberapa divisi, yaitu divisi kontruksi, divisi leveransir, dan divisi perkebunan serta jasa peralatan. penulisan sk.ripsi ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan tingkat perputaran modal kerja. perkembangan modal kerja perusahaan, perkembangan rentabilitas dan untuk mengetahui hubungan antara tingkat perputaran modal kerja dengan rentabilitas. analisis terhadap data perusahaan dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif yang diperoleh dari hasil penelitian lapangan dan kepustakaan. adapun metode dan prosedur analisis yang digunakan yaitu rasio rentabilitas secara umum dengan menggunakan peralatan statistik untuk mengetahui hubungan dan pengaruh tingkat perputaran modal kerja terhadap rentabilitas. dari hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara tingkat perputaran modal kerja dengan rentabilitas yaitu 92.02% dan bersifat searah (positif) serta 84,68% rentabilitas dipengaruhi oleh tingkat perputaran modal kerja, yang berarti setiap kenaikan tingkat perputaran modal kerja yang terjadi bersama-sama dengan peningkatan rentabilitas. dengan demikian secara umum dapat diambil suatu kesimpulan bahwa kebijaksanaan modal kerja pada pt. fajar baizury & brothers relatif baik. hal ini ditunjukkan dengan adanya hubungan yang kuat yang bersifat searah antara tingkat perputaran modal kerja dan rentabilitas perusahaan. lni berarti bahwa perusahaan dalam menggunakan modal kerjanya telah efesien.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
ANALISIS PENGGUNAAN MODAL KERJA TERHADAP RENTABILITAS PADA PT. FAJAR BAIZURY & BROTHERS BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : EVALUASI KELAYAKAN PABRIK KELAPA SAWIT (PKS) PT. FAJAR BAIZURY & BROTHERS DI KECAMATAN TADU RAYA KABUPATEN NAGAN RAYA (SUDIRMAN, 2014)
Abstract
Baca Juga : KONFLIK TANAH ANTARA PT. FAJAR BAIZURY DENGAN MASYARAKAT DESA COT RAMBONG KECAMATAN KUALA PESISIR KABUPATEN NAGAN RAYA, 1996-2015 (Deno Pangestu, 2019)