Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
NINDI SYAHWALI FITRI, PERUBAHAN FUNGSI HATI AKIBAT TOKSOPLASMOSIS PADA KUCING JANTAN DOMESTIK (FELIS CATUS) DI KAWASAN BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020

Toksoplasmosis merupakan penyakit zoonosis disebabkan oleh toxoplasma gondii dan dapat ditemukan pada hewan dan manusia di seluruh dunia. toxoplasma gondii menyerang organ tubuh hewan dan manusia yang terinfeksi. toxoplasma gondii bisa menyebabkan perubahan fungsi hati pada manusia. pemeriksaan kadar sgot dan sgpt adalah indikator terhadap gangguan pada organ hati. penelitian ini menggunakan 17 sampel darah kucing jantan domestik (felis catus) yang berumur 1 tahun keatas. sampel darah yang diuji dalam bentuk darah segar (whole blood) dan serum darah. darah segar diambil sebanyak 2 ml/sampel yang diambil melalui vena cephalica antebrachii anterior, selanjutnya darah segar sebanyak 10 ul diuji rapid toxoplasma ab test kit, kemudian darah segar (whole blood) didiamkan untuk mengambil serum darah dan diuji kimia darah (sgot dan sgpt). hasil pemeriksaan antigen rapid toxoplasma ab test kit menunjukan 6 ekor (35%) kucing positif terinfeksi toksoplasmosis dan 11 ekor (65%) kucing negatif terinfeksi toksoplasmosis. hasil pemeriksaan kimia darah dapat dilihat bahwa rata-rata sgot kucing jantan positif ±38.3000 u/l dan kucing jantan negatif ±36,5364 u/l dengan p value 0,424 dan rata-rata sgpt kucing jantan positif ±4,0600 u/l kucing jantan negatif ±4,0618 u/l dengan p value 0,406. p value sgot dan sgpt ? 0,05 hal ini berarti tidak ada perbedaan nilai bermakna antara kucing jantan positif dan kucing jantan negatif. serum darah kucing jantan positif dan kucing jantan negatif toksoplasmosis tidak mengalami peningkatan kadar sgot dan sgpt hal ini menandakan tidak ada kerusakan hati yang disebabkan oleh toxoplasma gondii. kata kunci: toksoplasmosis, kucing jantan, perubahan fungsi hati, sgpt, sgot



Abstract



    SERVICES DESK