Perairan selat makassar merupakan aliran arus munson indonesia (imf) yang bergerak dari utara ke selatan. pasang surut yang terjadi di selat makassar dipengaruhi oleh komponen m2. komponen ini digunakan untuk menghitung amplitude dan phase pasang surut. selat makassar menjadi lebih menarik dikaji karena menjadi salah satu perairan yang berdampak pada sirkulasi laut global. penelitian ini bertujuan untuk membandingkan data spasial badan informasi geospatial (big) dengan hasil simulasi model serta memperoleh kuantitas ekstraksi energi pasang surut komponen m2 di perairan selat makassar. metode yang digunakan yaitu metode non hidrostatik. pada tahap persiapan, verifikasi kedua sumber data dilakukan dan dihasilkan memiliki kesamaan dengan hasil yang cukup bagus. kemudian amplitude dan phase pada domain penelitian digunakan untuk mendapatkan nilai elevasi, kecepatan u dan kecepatan v. hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan arus pasang surut di balikpapan 1.1975 m/s, di mamuju 1.3379 m/s, dan di pantoloan/palu 1.2728 m/s. sedangkan energi yang diperoleh di balikpapan sebesar 3.6238 x 104 kwatt, di mamuju 2.0215 x 105 kwatt, dan di pantoloan/palu 7.4006 x 105 kwatt. hal ini disebabkan perairan mamuju dan pantoloan/palu memiliki kemiringan topografi yang lebih curam daripada domain perairan balikpapan. lalu, kedalaman perairan juga mempengaruhi kuantitas pasang surut dalam menghasilkan energi. perairan balikpapan memiliki kedalaman yang sangat kecil dibandingkan perairan mamuju dan pantoloan/palu.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
EKSTRAKSI ENERGI PASANG SURUT KOMPONEN M2 DI PERAIRAN SELAT MAKASSAR. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : STUDI PASANG SURUT LAUT DAN ARUS SETIAP LAPISAN PADA MODEL BAROTROPIK DI SELAT MALAKA DENGAN VERIFIKASI TIGA STASIUN PASANG SURUT LAUT (Syawal Mukminin, 2022)
Abstract
Baca Juga : SIMULASI NUMERIK POTENSI ARUS PASANG SURUT DI SELAT LAMPUYANG PULO ACEH, ACEH BESAR (Rajuli Amra, 2015)