Ikan asin merupakan salah satu produk makanan yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat indonesia. dalam proses pengolahannya, ada beberapa faktor penting yang mempengaruhi hasil produksi ikan asin, yaitu faktor lahan dan faktor cuaca. para produsen ikan asin sangat bergantung pada ketersediaan lahan serta cuaca untuk melakukan proses pengeringan ikan dengan memanfaatkan panas dari matahari. permasalahanya adalah ketika cuaca yang tadinya panas lalu berubah menjadi hujan, para pekerja haruslah mengangkat semua ikan asin yang dijemur dan memasukkannya ketempat yang teduh agar tidak terkena hujan. belum lagi lamanya proses pengangkatan mengakibatkan ikan menjadi basah kembali dan lembab sehingga mudah berjamur. untuk mengatasi hal tersebut maka diperlukanlah sebuah alat pengering ikan asin yang dapat digunakan ketika cuaca sedang hujan, lahan yang digunakan terbatas dan juga dapat digunakan kapan saja baik siang maupun dimalam hari saat tidak ada cahaya dari sinar matahari. dengan memanfaatkan panas dari element heater yang kemudian dikendalikan dengan esp32 alat ini diharapkan dapat mempercepat dan menghemat waktu untuk proses pengeringan dikarenakan suhu yang dihasilkan stabil dan juga menghemat tempat karena rak (wadah penjemuran) dapat disusun secara bertingkat. keseluruhan data pada saat proses pengeringan akan dikirimkan ke database dan dapat dimonitoring melalui aplikasi monitoring ikan asin. kata kunci: ikan asin, pengeringan, heater, mikrokontroller, iot.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
OTOMATISASI PROSES PENGERINGAN IKAN ASIN DENGAN METODE FLUIDIZED BED DRYER BERBASIS IOT UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI WAKTU PENGERINGAN. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : STUDI PENGERINGAN IKAN MENGGUNAKAN CABINET DRYER BERBAHAN BAKAR GAS (T. M. Abrar Habibie, 2021)
Abstract
Baca Juga : KAJIAN PENGGUNAAN ENERGI BAHAN BAKAR UNTUK PROSES PENGERINGAN KEUMAMAH (Rahmat Rezal, 2016)