Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
Desmawati, INTERAKSI SOSIALETNIS CINA DENGAN ETNIS NON-CINA DI BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan pola hubungan atau interaksi di antara kelompok masyarakat cina yang minoritas dan cenderung tinggal berkelompok di tengah• tengah masyarakat mayoritas setempat di pusat kota kota banda aceh sejak lebih dari dua ratus lima puluhan tahun yang lalu. sama dengan masyarakat cina di belahan bumi lainnya kecenderungan hidup berkelompok ini merupakan sesuatu yang fenomenal. mereka cenderung memertahankan budaya cina yang tua, terutama, beragam dialek bahasa cina yang dibawa para perantau ini dari negerinya dan mereka juga cenderung mernpertahankan sistem sosial dan budaya mereka. kendati kecenderungan munculnya konflik jarang terjadi, tetapi kolompok minoritas sering mengalami perlakuan diskrinatif dari berbagai pihak dan pemerintah dalam berbagai hal. di indonesia, misalnya, kelompok minoritas ini mendapat perlakuan diskriminatif dari pemerintab secara resmi. pertama, rej im orde lama mengusir semua orang-orang cina dari daerah pedesaan dan bahkan mereka disurh pulang ke tanah leluhur mereka. kedua, pemerintah orde baru bahkan melarang semua orang cina menggunakan nama yang berbau cina. presiden abdurrahman wahid pada tahun 2002 memutuskan dan menetapka bahwa terhitung dari tanggal keputusan tersebut masyarakat cina tidak dilarang untuk merayakan hari-hari kebesaran mereka dan boleb mengembangkan seni budaya cina dan agama kungbucu diakui resmi di indonesia sebagaimana agama-agama. berorientasi pada teori sosial fungsional structural dan teori-teori sosial lain yang sesuai, peneliti telah melakukan survei terbatas di kota banda aceh dan beberapa tempat di sekitamya sebagai suatu upaya untuk mencari jawaban dari serangkaian pertanyaan penelitian ini. pertanyaan-pertanyaan tersebut berkaitan dengan berbagai asumsi masyarakat bahwa orang-orang cina banda aceh cenderung hidup berkelompok yang rnemerlihatkan berbagai karakteristik kehidupan yang berorientasi pada eksklusifisme. sesuai dengan orientasi teori yang dipakai, dependen variabel yang ingin dijelaskan adalah pola hubungan (interaksi) sosial dalam arti apakah pola hubungan sosial insklusifisme atau pola hubungan yang cenderung ke arah amalgamasi, inegratif, atau asirnilatif hasil penelitian memerlihatkan bahwa beberapa karakteristik sosial yang ditemukan cenderung mendukung sikap eksklusif, seperti babasa. masyarakat cina masih memertahankan penggunaan bahasa cina sebagai alat komunikasi utama secara terbuka di samping penggunaan simbol-simbol budaya kecinaan. demikian dengan variabel pendidikao sebagai sarana integrasi. kendati pendidikan umum diselenggarakan oleh pemerintah untuk umum, namun mereka cenderung mengirim anak-anak mereka ke sekolah swasta. pekerjaan para responden bervariasi. orang cina banyak bermitra kerja dengan kelompok pribumi dan sebaliknya. orang-orang pribumi biasanya bekerja pada perusabaan atau toko cina, tapi jarang sekali orang pribumi bisa memperkerjakan orang cina. kemitraan tidak belum berimbang. yariabel budaya bidang budaya agaknya tidak bersinggungan, sehingga sukar menemukan adanya akulturasi budaya partisipasi sosial sudah mulai terpantau. kecuali dalam peristiwa yang berkaitan dengan ritual keagarnaan, kedua belah pihak sudah saling berpatisipasi seperti perjarnuan kerkawina. musibab (saling melayat) dan lain-lain. variabel agama merupakan salah satu sarana yang biasa dipakai untuk menjelaskan amalgamasi masyarakat. temuan menarik ialah bahwa kendati aceh memberlakukan syariat islam, tetapi islam dapat hidup bersama agama-agama resmi yang lain tanpa melahirkan gejolak. demikian juga dengan agama-agama lain. semua agama dapat hid up berdapingan di aceh tanpa kehadiran friksi penuh toleransi.



Abstract



    SERVICES DESK