Konflik yang berkepanjangan di aceh memunculkan korban-korban pelanggaran ham. salah satunya adalah perempuan korban perkosaan dampak yang dialami oleh perempuan korban perkosaan berupa dampak fisik, dampak sosial dan juga dampak psikologis. hal ini menyebabkan muculnya konflik pada dirinya, masalah psikologis dan penilaian negatif terhadap diri sendiri. salah satu cara yang dapat dilakukan seseorang untuk menyelesaikan konflik dalam diri adalah dengan adanya kesediaan untuk memberi maaf (forgive) agar menjadi pribadi yang sehat secara psikologis dan terbebas dari kemarahan dan rasa bersalah. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika memaafkan (forgiveness) perempuan korban perkosaan pada masa konflik (daerah operasi militer) di aceh. subjek dalam penelitian ini berjumlah dua orang perempuan korban perkosaan lokasi penelitian ini di bireuen dan pidie jaya. penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. penelitian dilakukan kurang lebih selama enam bulan dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi untuk mengetahui dinamika memaafkan (forgiveness) perempuan korban perkosaan pada masa konflik di aceh .hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedua responden tidak menunjukkan adanya pemaafan (forgiveness) kedua responden masih berada pada tahap uncovering phase dalam proses memaafkan (forgiveness) yaitu tahap dimana subjek masih dipenuhi rasa marah, sakit hati dan dendam terhadap pelaku. tidak terjadinya pemaafan (forgiveness) juga didukung oleh beberapa faktor yaitu faktor anak, faktor hubungan intim dengan suami bagi subjek yang menikah, faktor beratnya peristiwa perkosaan yang dialami, faktor pengalaman menyedihkan dalam hidup, faktor interaksi antara pelaku dan subjek serta faktor pengalaman subjek selama masa konflik keywords : memaafkan (forgivenesos), perkosaan, daerah operat milter
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
DINAMIKA MEMAAFKAN (FORGIVENESS) PEREMPUAN KORBAN PERKOSAAN PADA MASA KONFLIK (DAERAH OPERASI MILITER) DI ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,
Baca Juga : SURVIVAL PEREMPUAN SINGLE PARENT KORBAN RUMOH RNGEUDONG PASCA KONFLIK DI DESA BILLIE AROEN KECAMATAN GEULUMPANG TIGA KABUPATEN PIDIE (TEUNGKU INONG ASTUTI, 2022)
Abstract
Baca Juga : MEMBONGKAR NILAI-NILAI PATRIARKI DALAM NOVEL (ZAHRATUL RIZQA, 2025)