Kota sabang merupakan kepulauan di seberang utara pulau sumatra yang terus berkembang dalam berbagai sektor, salah satunya adalah sektor transportasi laut yang merupakan penunjang pola distribusi baik barang maupun penumpang. fasilitas pelabuhan penyeberangan balohan yang menghubungkan kota sabang dengan kota banda aceh merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan, dikarenakan menjadi salah satu fasilitas yang vital untuk kepentingan pelayanan masyarakat umum. adanya peningkatan fasilitas terminal pelabuhan penyeberangan domestik kota sabang menjadikan terjadinya kenaikan tarif. hal tersebut menyebabkan perlu dilakukannya perencanaan besaran tarif yang tepat. tarif eksisting yang berlaku saat ini adalah rp.30.000. pengambilan sampel dilakukan secara acak berstrata (stratified random sampling) dengan menyebarkan kuesioner kepada pengguna jasa ferry lambat rute sabang – banda aceh menggunakan teknik stated preference. berdasarkan ability to pay (atp) pengguna ferry lambat sebesar rp.51.528 dan besaran nilai tarif berdasarkan willingness to pay (wtp) pengguna ferry lambat sebesar rp.30.470. apabila ada peningkatan kualitas pelayanan, maka rata-rata jumlah yang bersedia ditambahkan oleh responden adalah sebesar rp.2.600. kencenderungan nilai tarif atp berada di atas tarif wtp menggambarkan bahwa pengguna ferry lambat didominasi oleh kelompok choiced riders yang mempunyai penghasilan relatif tinggi tetapi memiliki keinginan membayar di bawah kemampuan membayar.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERENCANAAN TARIF FERRY AKIBAT PENINGKATAN FASILITAS TERMINAL PELABUHAN BALOHAN KOTA SABANG BERDASARKAN ABILITY TO PAY DAN WILLINGNESS TO PAY. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : ANALISIS KUALITAS PELAYANAN PELABUHAN PENYEBERANGAN ULEE LHEUE BERDASARKAN KRITERIA KINERJA PELABUHAN DAN KEPUASAN PENGGUNA (Muhajir, 2022)