Abstrak pembangunan prasarana bidang transportasi indonesia di era modern mengalami perkembangan yang sangat pesat, baik itu membuka jalan baru maupun penigkatan mutu jalan dari segi kualitas maupun fungsinya. pembangunan jalan di indonesia menggunakan perkerasan lentur (flexible pavement) dan perkerasan kaku (rigid pavement). perkerasan kaku banyak digunakan pada jalan ibukota yang memiliki tingkat kepadatan yang tinggi termasuk jalan-jalan yang dilintasi oleh kendaraan berat, yang disebabkan karena jalan dengan beban dan frekuensi pengguna jalan yang tinggi. pada penelitian ini perkerasan kaku yang digunakan dengan substitusi abu terbang (fly ash). abu terbang tersebut berasal dari pltu nagan raya dengan persentase berbeda-beda terhadap berat semen. penggunaan abu terbang pada campuran perkerasan kaku tersebut untuk mengetahui pengaruh penggantian sebagian semen terhadap kuat tekan dan kuat tarik lentur dan beton menjadi ramah lingkungan serta menghemat biaya. benda uji yang digunakan berbentuk silinder dan berbentuk balok yang mana ukurannya sesuai dengan spesifikasi umum jalan 2018. spesific gravity (sg) yang digunakan pada penelitian tersebut bervariasi dengan faktor air semen yang tetap. dari penelitian ini yang didapatkan bahwa semakin besar sg maka nilai kuat tekan dan kuat tarik lentur bertambah, namun demikian berbanding terbalik dengan bertambahnya persentase abu terbang maka nilai kuat tekan dan tarik lentur berkurang. kata kunci : perkerasan kaku, abu terbang, kuat tekan, kuat tarik lentur.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH SUBSTITUSI ABU TERBANG (FLY ASH) PADA PERKERASAN KAKU (RIGID PAVEMENT). Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : PENGARUH PEMANFAATAN AIR ES DAN TANPA AIR ES SEBAGAI PEREAKSI UNTUK SETTING TIME PADA PERKERASAN JALAN RAYA (SALSABILA PUTRI, 2021)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS KERUSAKAN DAN JENIS PENANGANAN PADA RIGID PAVEMENT DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) RN(STUDI KASUS: AREAL PARKIR TERMINAL TIPE A BANDA ACEH) (MUHAMMAD GILANG FAREL, 2024)