Barcode atau kode baris adalah garis-garis hitam yang dibuat secara unik menurut kode tertentu, umumnya digunakan sebagai identifikasi terhadap suatu objek atau barang. sistem pengenalan barcode adalah suatu sistem yang mampu mengenali sandi barcode dimana sandi ini digunakan untuk menyandikan suatu objek atau barang. pada saat melakukan identifikasi, kesulitan yang sering dijumpai yaitu sistem tidak dapat mengenali barcode dalam kondisi yang tidak jelas/tertutup. dengan menggunakan algoritma phase only correlation (poc) kesulitan tersebut dapat teratasi sehingga barcode dapat teridentifikasi. dalam tugas akhir ini, dikembangkan metode identifikasi barcode dengan menggunakan algoritma phase only correlation (poc), yaitu mengorelasikan dua buah gambar dengan mengubah domain spasial gambar menjadi domain frekuensi untuk mendapatkan nilai phase-nya. untuk mengubah dari domain spasial gambar menjadi domain frekuensi digunakan algoritma 2d-discrette fourier transform. citra barcode yang ada di database dicocokkan dengan citra barcode query. di database terdapat barcode yang normal maupun yang telah mengalami proses perlakuan seperti: translasi, rotasi, dan perubahan iluminasi. sedangkan citra query adalah citra normal. hasil simulasi menunjukkan bahwa metode ini cocok dipakai pada barcode yang mengalami proses translasi dan perubahan iluminasi, tetapi kurang cocok untuk rotasi. kata kunci : barcode, phase only correlation (pocj, 2d-discrete fourier transform
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
STUDI PENGGUNAAN PHASE ONLY CORRELATION (POC)UNTUK APLIKASI PENCOCOKAN BARCODE. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : BAND LIMITED PHASE ONLY CORRELATION (BLPOC) UNTUK APLIKASI PENCOCOKAN IRIS MATA (Cendikia Perbawa ZK, 2020)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS PERBANDINGAN GEN MATK, RBCL DAN KOMBINASI MATK+RBCL SEBAGAI BARCODE TUMBUHAN DIKOTIL (Intan, 2016)