Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indikasi moral hazard dalam penyaluran dana pihak ketiga pada perbankan konvensional dan perbankan syariah. jenis penelitian yang digunakan adalah pengujian hipotesis. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perbankan konvensional dan perbankan syariah yang terdaftar di bank indonesia tahun 2010-2012. pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan masing-masing perbankan. metode analisis dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. dalam penelitian ini, perbankan konvensional secara simultan gdp, rasio kredit, dan suku bunga berpengaruh terhadap npl. secara parsial menunjukkan bahwa gdp tidak berpengaruh terhadap npl, rasio kredit berpengaruh terhadap npl, dan suku bunga berpengaruh terhadap npl. pada perbankan syariah secara simultan gdp, rasio piutang murabahah, dan rasio return profit loss sharing berpengaruh terhadap npf. secara parsial menunjukkan bahwa gdp berpengaruh terhadap npf, rasio piutang murabahah berpengaruh terhadap npl, dan rasio return profit loss sharing berpengaruh terhadap npl. hasil penelitian ini menunjukkan bahwa indikasi moral hazard lebih banyak terjadi pada perbankan syariah dibandingkan dengan perbankan konvensional. kata kunci: moral hazard, npl/npf, piutang murabahah, rasio return profit loss sharing.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS INDIKASI MORAL HAZARD DALAM PENYALURAN DANA PIHAK KETIGA (STUDI KOMPERATIF ANTARA PERBANKAN SYAIAH DAN KOVENSIONAL DI INDONESIA). Banda Aceh Fakultas Ekonomi,2014
Baca Juga : PENGARUH UKURAN BANK, DANA PIHAK KETIGA, CAPITAL ADEQUACY RATIO DAN LOAN TO DEPOSIT RATIO TERHADAP PENYALURAN KREDIT PADA PERUSAHAAN PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2011-2015 (Fildzah, 2016)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH CAPITAL, ASSETS, MANAGEMENT, EARNINGS, LIQUIDITY TERHADAP KINERJA KEUANGAN INDUSTRI PERBANKAN YANG TERDAFTAR PADA BURSA EFEK INDONESIA (Yanti Angky Hasi Bahar, 2025)