Laktat adalah hasil metabolisme akhir glukosa dalam keadaan anaerob yang merupakan parameter laboratoris yang memiliki nilai klinis yang sangat besar, mudah,dan relatif murah di dalam evaluasi penanganan pasien dengan sepsis. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kesintasan antara pasien dengan kadar laktat tinggi dan kelompok pasien dengan kadar laktat yang rendah pada pasien sepsis berat yang disebabkan pneumonia. penelitian dilakukan secara kohort prospektif sejak november 2013 – maret 2014 diruang rawat penyakit dalam rsud dr. zainoel abidin banda aceh. pada 46 subjek penelitian dibagi menjadi 2 kelompok, 23 orang pasien termasuk dalam kelompok laktat tinggi (>4 mmol/l) dan 23 orang dalam kelompok laktat rendah (2-4 mmol/l),subjek diikuti 10 hari kematian. analisis kesintasan digunakan untuk melihat perbedaan kesintasan pada kedua kelompok, data disajikan dalam bentuk kurva kapplan meier. hazard rasio dihitung menggunakan cox regression model dan analisis perancu dilakukan dengan menggunakan multivariate cox regression. hasil penelitian ini mendapatkan laju kesintasan (survivalrate) pada kelompok pasien dengan kadar laktat tinggi adalah sebesar 21,7% dan pada kelompok pasien dengan kadar laktat rendah sebesar 78,3% dengan hazard rasio sebesar 6,00 (ik95%; 2,21 – 16,33); p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
THESES
PERBANDINGAN KADARLAKTAT YANG TINGGI DENGAN KADAR LAKTAT YANG RENDAH TERHADAP KESINTASAN PASIEN SEPSIS BERAT YANG DISEBABKAN OLEH PNEUMONIA RNDI RSUD DR. ZAINOELABIDIN BANDA ACEH. Banda Aceh Fakultas Pasca Sarjana,2014
Baca Juga : PERAN KADAR BERSIHAN LAKTAT SEBAGAI PREDIKTOR MORTALITAS SEPULUH HARI PERTAMA PADA PASIEN SEPSIS BERAT DI RSUD. DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (Maulina Debbyousha, 2015)
Abstract
Baca Juga : ANALISA KARAKTERISTIK PASIEN DENGAN VENTILATOR ASSOCIATED PNEUMONIA DI RUMAH SAKIT UMUM DR. ZAINOEL ABIDIN BANDA ACEH (TRISIA WELNI, 2015)