Kecamatan leupung merupakan salah satu kecamatan yang terletak di wilayah pesisir aceh besar. alat tangkap yang digunakan di wilayah ini adalah pukat cincin (purseseine) sebanyak 5 unit, bagan apung sebanyak 18 unit, jaring insang (gillnet) sebanyak 4 unit, dan pancing (handline) 3 unit. pengoperasian bagan apung menggunakana energi alat bantu bersumber dari petromaks (lampu petromaks), jenis lampu ini dulu sangat populer, tetapi saat ini dianggap sangat tidak ekonomis, selain harga bahan bakarnya mahal, juga sulit di peroleh. metode yang digunakan dalam metode ini adalah metode rancang bangun alat, (experimental fishing). pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif komperatif dengan mengumpulkan jenis data primer dan sekunder. data primer yang dikumpulkan meliputi jenis dan jumlah hasil tangkapan dikumpulkan dengan melakukan pengamatan langsung terhadap hasil tangkapan tersebut per hauling. hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan hasil tangkapan total bagan pengaturan jarak lampu adalah 586,3 dan bagan biasa adalah 465,9. sedangkan total hasil tangkapan per trip pada masing-masing bagan, jenis hasil tangkapan terbanyak bagan lampu didominasi oleh ikan teri sebanyak 259,5 kg dan ikan kembung sebanyak 108 kg. sedangkan jenis hasil tangkapan terbanyak bagan biasa didominasi oleh ikan teri sebanyak 218,9 dan ikan lemuru sebanyak 80,4 kg. hal ini menunjukkan bahwa bagan pengaruh jarak lampu dengan bagan biasa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil tangkapan. kata kunci: pengaruh pengaturan jarak lampu, perairan leupung, experimental fishing.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH PENGATURAN JARAK LAMPU TERHADAP HASIL TANGKAPAN BAGAN APUNG DI PERAIRAN LEUPUNG, ACEH BESAR. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : EFISIENSI TEKNIS DAN ALOKATIF UNIT PENANGKAPAN BAGAN APUNG DI PELABUHAN PENDARATAN IKAN LHOK SEUDU, ACEH BESAR (AFRA KHAIRUNNISA, 2022)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH SUHU DAN KLOROFIL-A TERHADAP HASIL TANGKAPAN NELAYAN BAGAN APUNG DI PERAIRAN LHOK SEUDU (MUHAMMAD SHIDQI MAULANA, 2023)