Abstrak generasi milenial ialah generasi yang lahir tahun 1995an hingga tahun 2000. generasi milenial ini juga disebut-sebut sebagai generasi yang menentukan masa depan. dalam hal ini generasi milenial bersifat apatis terhadap pemilihan umum pada pemilihan gubernur pada tahun 2018 di sumatera utara dikarnakan kurangnya pemahaman politik yang dimiliki oleh generasi milenial. adapun yang menjadi faktor dalam mempengaruhi kurangnya pemahaman politik yaitu faktor pendidikan politik dan tingkat kemiskian yang tinggi sehingga menjadikan generasi milenial apatis terhadap pemilihan umum. hal ini membuat peneliti tertarik untuk meneliti lebih jauh tentang apatisme generasi milenial terhadap politik di pemilihan gubernur sumatera utara 2018. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa yang menyebabkan generasi milenial apatis terhadap politik serta upaya pemerintah untuk meminimalisir apatisme generasi milenial pada pemilu yang padatahun-tahun yang akan datang. metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode kualitatif dan menghasilkan penelitian menunjukan bahwa apatisme yang terjadi di kecamatan babalan mencapai 60% dan yang menggunakan hak pilihnya hanya sebesar 40% dari generasi milenial, ada pun yang menjadi faktor tindakan apatis karena kurangnya kurangnya pendidikan politik serta dipengaruhi oleh tingginya tingkat kemiskinan di kecamatan babalan. adapun upaya dari pemerintah seperti sosialisasi dan edukasi telah dilakukan namun tidak berpengaruh secara signifikan karna kurangnya pemahaman mereka tentang politik. diharapkan kepada generasi milenial agar dapat menggunakan hak pilihnya demi terselenggaranya demokrasi, dan diharapkan kepada pemerintah agar memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat secara keseluruhan agar nantinya meningkatkan pemahaman kepada generasi milenial. kata kunci : apatisme, generasi milenial, pemahaman politik abstract millennial generation is generations that born in the 1995s to 2000. millennial generation is also called as a generation that determines the future. in this case millennial generation defying the general election policy in the 2018 governor election in north sumatra is considered as one of the alternatives supported by millennial generation. what is a factor in increasing political freedom is a factor in political education and a high degree of poverty that makes the militant generation facing elections. what interested researchers to learn more about millennial generation apathy towards politics in the 2018 north sumatra governor election. the purpose of this study was to find out what caused millennial generation to be apathetic towards politics as well as efforts to prevent the minimization of millennial generation apathy in elections in the next year. the research method that is used is qualitative and research shows that apathy that occurs in the babalan sub-district reaches 60% and the voting rights are only 40% of the millennial generation, which makes it an apathetic factor because of the poverty level in the babalan sub-district. related to efforts from the government such as socialization and education have been carried out but that does not mean because they better understand about politics. it is expected that millennials can use their right to vote for the implementation of democracy, and it is hoped that the government will provide socialization and education to the public in order to increase understanding of millennials. keywords:apathy, millennial generation, political understanding
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
APATISME GENERASI MILENIALTERHADAP POLITIK DI KECAMATAN BABALAN PADA PEMILIHAN GUBERNUR SUMATERA UTARA 2018. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : PENGARUH EFEKTIVITAS PENGENDALIAN INTERNAL, PARTISIPASI ANGGARAN, KOMPETENSI APARATUR TERHADAP PENCEGAHAN KORUPSI DENGAN AKUNTABILITAS KINERJA SEBAGAI VARIABEL INTERVENING (STUDI PADA KOMISI INDEPENDEN PEMILIHAN DI PROVINSI ACEH DAN KOMISI PEMILIHAN UMUM DI PROVINSI SUMATERA UTARA) (Muhammad Nasruddin, 2024)