Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh perlakuan pengayaan suara musik klasik terhadap perubahan perilaku harian dan konsentrasi metabolit hormon kortisol pada orangutan. penelitian dilakukan di kebun binatang kinantan bukittinggi dan kasang kulim pekanbaru terhadap 4 ekor orangutan (bambam, boy, tina, dan manis). penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (ral) pola searah, terdiri dari tiga kelompok perlakuan dan tiga ulangan. kelompok 1 (pre-treatment, k1): sebelum perlakuan pengayaan musik, kelompok 2 (during treatment, k2): selama perlakuan pengayaan musik, dan kelompok 3 (post treatment, k3): setelah perlakuan pengayaan musik. pengamatan perilaku orangutan menggunakan metode focal animal sampling dan pencatatan perilaku menggunakan metode instantaneous sampling dan event sampling. pengayaan suara menggunakan musik klasik concerto piano in c mayor no.21, kv.467 karya mozart. pengukuran konsentrasi metabolit kortisol pada feses menggunakan metode enzyme-linked immunosorbent assay (elisa). data dianalisis menggunakan analisis ragam berulang (a one-way repeated measures anova) dengan uji lanjut duncan. hasil penelitian menunjukkan adanya variasi individu terhadap perubahan perilaku harian. perilaku makan, bergerak, dan istirahat meningkat secara signifikan (p0,05), tetapi pada bambam konsentrasi metabolit kortisol pada k3 lebih rendah dibandingkan k1 dan k2 (p
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
EFEK PERLAKUAN PENGAYAAN SUARA MUSIK KLASIK TERHADAP PERILAKU DAN KONSENTRASI METABOLIT HORMON KORTISOL PADA ORANGUTAN DI KEBUN BINATANG. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : ANALISIS HORMON STRES SECARA NON-INVASIF PADA ORANGUTAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN JUMLAH DAN PERILAKU PENGUNJUNG DI TAMAN HEWAN PEMATANG SIANTAR (AGUSTINA, 2019)
Abstract
Baca Juga : PERBANDINGAN WAKTU INKUBASI UNTUK ANALISIS HORMON STRES SECARA NON-INVASIF MENGGUNAKAN METODE ENZYME LINKED IMMUNOSORBENT ASSAY (REZA SAPUTRA, 2019)