Universitas Syiah Kuala | ELECTRONIC THESES AND DISSERTATION

Electronic Theses and Dissertation

Universitas Syiah Kuala

    NULL
Siti Mariyam, EKSISTENSI PENGRAJIN GERABAH DI KECAMATAN BAITURRAHMAN KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020

Abstrak siti mariyam, 2019. “eksistensi pengrajin gerabah di kecamatan baiturrahman kota banda aceh”. skripsi, jurusan pendidikan ekonomi, fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, universitas syiah kuala. pembimbing: (1) dra. musfiana, m.,m (2) dr. nazaruddin, se,m.ed kata kunci: eksistensi, pengrajin gerabah, kerajinan gerabah. penelitian ini mengkaji tentang eksistensi pengrajin gerabah di kecamatan baiturrahman kota banda aceh. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui eksistensi pengrajin gerabah di kecamatan baiturrahman kota banda aceh dan hambatan pengrajin gerabah dalam mempertahankan eksistensinya di kecamatan baiturrahman kota banda aceh. pendekatan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dengan 8 orang pengrajin, observasi dan studi kepustakaan. hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan pengrajin gerabah di kecamatan baiturrahman kota banda aceh hingga saat ini masih berupaya untuk bertahan. beberapa masyarakat masih ada yang memproduksi kerajinan gerabah, kerajinan yang dihasilkan berbentuk periuk nasi (kanot bu), belanga (beulangong) dan cobek (capah) sehingga gerabah di ateuk jawo masih eksis untuk tahap pembuatan kerajinan gerabah di desa ateuk jawo melalui beberapa langkah yaitu: pengambilan jenis tanah, pengadukan tanah dengan pasir, pembentukan gerabah, pengeringan gerabah, dan proses pembakaran. para pengrajin menjadi pekerjaan ini sebagai pekerjaan utama untuk menunjang pendapatan keluarga, sekalipun sering mengalami kerugian akibat kerusakan gerabah. hambatan pengrajin gerabah dalam mempertahankan eksistensinya di kecamatan baiturrahman kota banda aceh terutama dikarenakan sudah terbatasnya keberadaan bahan baku, artinya bahan baku tanah yang digunakan untuk memproduksi kerajinan gerabah tersebut sudah sulit ditemukan, karena bahan baku tidak bisa sembarang tanah untuk dijadikan pembuatan kerajinan gerabah. hambatan ialah minimnya regenerasi yang mau melanjutkan pekerjaan sebagai pengrajin. artinya pengrajin yang melakoni pekerjaan ini sudah semakin sedikit, kebanyakan kerajinan gerabah diproduksi oleh ibu rumah tangga yang sudah berusia lanjut. hal ini diperparah dengan ditemukannya perkakas rumah tangga yang memilki fungsi yang sama dengan gerabah yang lebih modern seperti rice cooker, belender dan sebagainya.



Abstract



    SERVICES DESK