Abstrak penelitian ini bertujuan untuk mengetahui uji daya hambat madu terhadap pertumbuhan staphylococcus aureus. penelitian ini menggunakan madu yang diperoleh dari simpang keuramat, kecamatan kuta makmur, kabupaten aceh utara. isolat bakteri s. aureus atcc 25923 diperoleh dari laboratorium mikrobiologi fakultas kedokteran hewan universitas syiah kuala. penelitian ini dilakukan dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. perlakuan menggunakan madu dengan konsentrasi 5%, 10%, 20%, 40%, 80%, kontrol positif yaitu ampisilin. uji daya hambat menggunakan metode kirby bauer. kertas cakram direndam di dalam akuades dan madu dengan masing-masing konsentrasi tersebut selama 15 menit. masing-masing kertas cakram diletakkan pada media mueller hinton agar (mha) yang sudah diswab merata dengan biakan s. aureus dengan jumlah bakteri sesuai dengan standar mc farland 1 (± 3x108/ml). kemudian diinkubasikan ke dalam inkubator dengan temperatur 37?c selama 24 jam. data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. hasil penelitian menunjukkan diameter zona hambat pada konsentrasi 5%: 6,5 mm, 10%: 7,3 mm, 20%: 7,5 mm, 40%: 8,0 mm, 80%: 8,5 mm, kontrol positif: 32,7 mm. dapat disimpulkan bahwa madu dapat menghambat pertumbuhan bakteri staphylococcus aureus, walaupun zona hambat yang terbentuk hasilnya jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan zona hambat ampisilin.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
UJI DAYA HAMBAT MADU TERHADAP PERTUMBUHANRNBAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN VITRO. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Hewan,2012
Baca Juga : UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL DAUN SENGGANI (MELASTOMA MALABATHRICUM L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN VITRO (Zahara Aprilia, 2023)
Abstract
Baca Juga : IDENTIFIKASI BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS PADA LUKA KAKI BERUANG MADU (HELARCTOS MALAYANUS) (Desi Ayuni, 2017)