Abstrak beton merupakan bahan yang banyak digunakan sebagaibahan kontruksi bangunan, beton di definisikan sebagai campuran antara semen, agregat halus, agregat kasar dan air, yang mana air dan semen di satukan akan membentuk pasta semen yang yang berfungsi sebagai bahan pengikat. sedangakan agregat halus dan agregat kasar sebagai bahan pengisi, penggunaandari abu ampas tebu sebagai bahan pengganti sebagian semen pada campuran beton dapat mengurangi biaya pembuatan beton. abu ampas tebu adalah sisa dari pembakaran ampas tebu yang di manfaatkan dari limbah yang dibuang dari penjualan minuman air tebu. penelitian ini tentang pengaruh abu ampas tebu sebagai bahan pengganti sebagian semen terhadap kuat tekan dengan faktor air semen 0,6 bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengganti sebagian semen terhadap kuat tekan beton, dengan substitusi variasi 5%, 7,5% dan 10 % dari berat semen, menggunakan benda uji silinder berukuran diameter 10 cm x tinggi 20 cm. hasil kuat tekan rata- rata beton normal pada umur 7 hari 18,44 mpa dan umur 28 hari 24,46 mpa, substitusi 5% abu ampas tebu pada umur 7 hari sebesar 20,51 mpa dan umur 28 hari adalah 29,92 mpa, hasil kuat tekan beton subtitusi 7,5% abu ampas tebu pada umur 7 hari 23,48 mpa dan umur 28 hari 29,15 mpa, sedangkan dengan substitusi 10% abu ampas tebu pada umur 7 hari 22,65 mpa dan umur 28 hari 29,62 mpa. secara keseluruhan dapat di nyatakan bahwa beton penambahan abu ampas tebu 5 % untuk umur 28 hari menunjukan nilai kuat tekan tertinggi pada penelitian ini. kata kunci : beton, abu ampas tebu, kuat tekan.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH ABU AMPAS TEBU SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN TERHADAP KUAT TEKAN BETON DENGAN FAS 0,6. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : PENGARUH PENGGUNAAN KOMBINASI ABU AMPAS TEBU DAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP (Muhammad Azhari, 2017)
Abstract
Baca Juga : PENGARUH PENGGUNAAN ABU AMPAS TEBU DAN ABU SEKAM PADI SEBAGAI SUBSTITUSI SEMEN TERHADAP KUAT TARIK BELAH BETON MUTU TINGGI (Muhammad Maulana, 2017)