Kota sabang telah ditetapkan sebagai kota pariwisata oleh kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai kota pariwisata. seiring dengan berjalannya waktu, kota sabang terus menerus melakukan pembenahan dalam sektor pariwisata. dalam menanggapi hal ini kota sabang sudah mencoba mengembangkan sektor pariwisatanya dalam wisata religi. wisata religi yang terdapat di kota sabang saat ini sangat sedikit dan peruntukannya hanya terbatas bagi umat muslim, seperti masjid-masjid dan ziarah makam ulama. untuk mewujudkan wisata religi yang dapat diterima oleh seluruh pengguna maka dibutuhkan suatu sarana dengan segala prasarananya yaitu dengan menghadirkan islamic cultural center atau pusat kebudayaan islam. metode perancangan yang digunakan yaitu dengan pendekatan rancangan melalui pengamatan pada lokasi tapak kemudian dilakukan analisa-analisa yang nantinya akan dijadikan acuan-acuan dalam merancang islamic cultural center atau pusat kebudayaan islam. kemudian didapatkan hasil perancangan islamic cultural center atau pusat kebudayaan islam dengan penerapan konsep arsitektur islam sebagai pola pemikiran namun juga diterapkan unsur-unsur arsitektur neo-futuristik untuk menjadikan sebuah objek perancangan yang berbeda tampil lebih modern dan mampu menjadi ikon kota sabang sehingga diharapkan meningkatnya kedatangan wisatawan-wisatawan. kata kumci : islamic cultural center ( pusat kebudayaan islam), wisata religi, arsitektur islam
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PERANCANGAN ISLAMIC CULTURAL CENTER DI KOTA SABANG. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : PUSAT KEBUDAYAAN ISLAM DI ACEH BARAT (Rifqa Rahmawati, 2013)
Abstract
Baca Juga : ACEH AQUATIC CENTER (Ema Silviana, 2014)