abstrak pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri yang paling banyak menyebabkan infeksi nosokomial. saat ini p. aeruginosa dikenal sebagai salah satu bakteri yang resisten terhadap sejumlah golongan antibiotik. jahe merah yang diperoleh dari desa pulo kiton, bireuen, aceh telah diketahui memiliki aktivitas antibiofilm terhadap candida albicans. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibiofilm dari minyak atsiri jahe merah (zingiber officinale roscoe var. rubrum) terhadap pseudomonas aeruginosa atcc 27853. penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium dengan rancangan acak lengkap (ral). penentuan konsentrasi uji dilakukan berdasarkan minimum inhibitory concentration (mic). konsentrasi uji yang digunakan adalah konsentrasi 0,125%. 0,25% dan 0,5%. aktivitas antibiofilm yang dinilai melalui proses penghambatan pembentukan dan degradasi biofilm melalui pengukuran absorbansi menggunakan microplate absorbance reader dengan panjang gelombang 595 nm/cfu. data hasil absorbansi uji hambat dan uji degradasi dianalisis secara stastistik menggunakan uji analysis of variance (anova) dan uji independent-samples ttest dengan confidence interval 95%. analisis data menunjukkan bahwa minyak atsiri jahe merah mampu menghambat pembentukan biofilm secara optimum mulai dari konsentrasi 0,125%, 0,25% dan 0,5% serta mampu mendegradasi pembentukan biofilm secara optimal pada konsentrasi 0,25%. kata kunci: minyak atsiri jahe merah, biofilm, pseudomonas aeruginosa, aceh
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
UJI AKTIVITAS ANTIBIOFILM MINYAK ATSIRI JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE ROSCOE VAR.RUBRUM) TERHADAP PSEUDOMONAS AERUGINOSA ATCC 27853 IN VITRO. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : PENGARUH BERKUMUR REBUSAN JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) TERHADAP VISKOSITAS SALIVA PADA MAHASISWA FKG UNSYIAH ANGKATAN 2015 (Cut Putri Armalia, 2019)
Abstract
Baca Juga : UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL JAHE (ZINGIBER OFFICINALERNROSC.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHANRNBAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSARNSECARA IN VITRO (Uswatul khaira, 2023)