Status body mass index (bmi) menjadi salah faktor yang mempengaruhi komponen saliva seseorang terutama laju aliran dan ph saliva. semakin tinggi status bmi maka akan semakin rendah pula laju aliran saliva, yang berkaitan dengan semakin rendah nilai ph saliva. kondisi ini disebabkan karena terjadinya akumulasi sel lemak pada komponen kelenjar saliva. air rebusan cabai merah (capsicum annuum var longum) diberikan sebagai bahan stimulasi. penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran ph dan laju aliran saliva setelah stimulasi cabai merah pada mahasiswa fakultas kedokteran gigi universitas syiah kuala dengan kelompok gemuk. penelitian ini dilakukan pada 26 subjek dengan cara mengumpulkan saliva sebelum dan setelah stimulasi cabai merah menggunakan metode spitting. selanjutnya saliva diukur untuk mengetahui volume dan nilai ph. hasil rata-rata laju aliran saliva tanpa stimulasi adalah 0,6 ml/menit sedangkan saliva dengan stimulasi adalah 1,09 ml/menit. nilai ph saliva sebelum adalah 7,2 yang turun menjadi 7,1 untuk nilai ph saliva setelah stimulasi. penelitian menunjukan adanya perbedaan yang bermakna antara ph dan laju aliran saliva sebelum serta setelah stimulasi cabai marah
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
GAMBARAN PH DAN LAJU ALIRAN SALIVA SETELAH STIMULASI CABAI MERAH (CAPSICUM ANNUUM VAR LONGUM) PADA BODY MASS INDEX (BMI) KELOMPOK GEMUK. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : PERUBAHAN LAJU ALIRAN SALIVA SEBELUM DAN SESUDAH BERKUMUR REBUSAN JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) PADA MAHASISWA FKG UNSYIAH ANGKATAN 2016 (Niken Yulia, 2017)