Penyimpanan benih kedelai (glycine max (l.) merril) pada suhu ruang untuk menunggu musim tanam berikutnya menyebabkan turunnya viabilitas benih kedelai. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh osmoconditioning menggunakan peg (polyethylene glycol) 6000 terhadap viabilitas benih kedelai (glycine max (l.) merril). penelitian ini menggunakan metode ral (rancangan acak lengkap) faktorial dengan dua faktor. faktor pertama adalah konsentrasi larutan peg 6000 yang terdiri dari 0% (kontrol), 5%, 10%, 15% dan 20%. faktor kedua adalah lamanya waktu perendaman dalam peg 6000 terdiri dari 3, 4 dan 5 jam. data yang diperoleh dari penelitian ini dianalisis menggunakan analisis varian (anava) dan terdapat pengaruh signifikan yang dilanjutkan dengan uji duncan multiple range test (dmrt) 5%. hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian peg 6000 pada konsentrasi 10% merupakan konsentrasi yang paling efektif terhadap parameter daya berkecambah, panjang kecambah, persentase keserempakan tumbuh dan kecepatan tumbuh kecambah. sedangkan perendaman selama 3 jam merupakan lamanya waktu perendaman yang paling efektif terhadap parameter daya kecambah dan keserempakan tumbuh. konsentrasi 10% dengan perendaman selama 3 jam merupakan konsentrasi dan lama perendaman peg 6000 yang paling efektif terhadap parameter daya berkecambah dan kecepatan tumbuh. sementara itu konsentrasi 15% lama perendaman 3 jam paling efektif terhadap parameter panjang kecambah dan keserempakan tumbuh.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGARUH OSMOCONDITIONING MENGGUNAKAN LARUTAN PEG (POLYETHYLENE GLYCOL) 6000 TERHADAP VIABILITAS BENIH KEDELAI (GLYCINE MAX (L.) MERRIL) VAR. KIPAS MERAH BIREUEN. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2020
Baca Juga : PENGARUH UJI KLOROKS TERHADAP VIABILITAS BENIH KEDELAI (GLYCINE MAX A..) MERILL) BERDASARKAN TINGKAT KONSENTRASI DAN LAMA PERENDAMAN (Asmalikusshaleh, 2024)