Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh induksi berahi dengan progesteron dan prostaglandin terhadap angka konsepsi sapi lokal dan mengetahui hubungan antara intensitas berahi dengan angka konsepsi hasil inseminasi buatan. dalam penelitian ini digunakan 10 ekor sapi lokal yang dibagi menjadi dua perlakuan, masing-masing terdiri atas 5 ekor sapi. kelompok i, disinkronisasi berahi menggunakan prostaglandin (lutalysetm, pharmacia & upjohn company, pfizer inc.) sebanyak 5 ml secara intramuskular pola penyuntikan ganda dengan interval 10 hari, sedangkan kelompok ii disinkronisasi berahi menggunakan progesteron (cidr-b, eazi-breed™, interag, hamilton, new zealand) yang diinsersikan ke dalam vagina selama 7 hari dan diikuti dengan penyuntikan prostaglandin 5 ml secara intramuskular pada hari ke-6. pengamatan berahi sebagai respons sinkronisasi dilaksanakan pada saat inseminasi terjadwal yakni ±24 jam setelah pemberian preparat sinkronisasi terakhir. sapi dengan tanda-tanda berahi primer dan sekunder seperti standing heat, menaiki sapi lain, gelisah, vulva merah dan bengkak, keluarnya cairan serviks, dan penurunan nafsu makan dilakukan skoring pada skala 0-5. sapi diinseminasi 12 jam setelah munculnya tanda berahi dengan menggunakan semen beku sapi bali. pemeriksaan angka konsepsi ditentukan pada hari ke-90 pasca-inseminasi menggunakan teknik palpasi rektal. angka konsepsi setelah inseminasi adalah 80% pada kedua kelompok perlakuan, hubungan antara intensitas berahi dengan angka konsepsi mempelihatkan korelasi yang signifikan dengan koefisien korelasi 0,832.
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN ANTARA INTENSITAS ESTRUS DENGAN ANGKA KONSEPSI PADA SAPI YANG MENGALAMI INDUKSI ESTRUS DENGAN PROGESTERON DAN PROSTAGLANDIN. Banda Aceh Fakultas Kedokteran Hewan,2014
Baca Juga : PENENTUAN BERAHI PADA SAPI BERDASARKAN PENILAIAN TINGKAH LAKU BERAHI (Qathrinnada Ramadhana, 2021)