Penggunaan smartphone terus meningkat secara global, indonesia mememilki 177,9 juta penduduk yang menggunakan smartphone dari total populasi 265,4 juta penduduk. data penggunaan smartphone beradasarkan usia, penetrasi penggunaan tertinggi terdapat pada usia remaja. remaja masih dalam tahap tumbuh kembang yang rentan terkena efek negatif. salah satu efek negatif yang berbahaya adalah penggunaan smartphone secara tidak rasional yang menyebabkan adiksi smartphone serta menimbulkan gangguan psikologis seperti kecemasan. tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan adiksi smartphone dengan kecemasanpada siswa/siswi sma di kota banda aceh. penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. pengukuran kejadian adiksi smartphone dengan menggunakan kuesioner smartphone addiction scale- short version (sas-sv) dan menentukan kejadian kecemasan menggunakan kuesioner screen for child anxiety related emotional disorders-child version (scared-c). teknik pengambilan sampel dengan metode probability sampling dengan jenis propotional random sampling. analisis data dilakukan dengan uji chi square. hasil penelitian pada 105 responden didaptkan jenis kelamin laki-laki (38,1%) dan perempuan (61,9%) dengan siswa siswi yang mengalami adiksi smartphone (63,8%) dan mengalami kecemasan (61%). terdapat hubungan yang signifikan antara adiksi smartphone dengan kecemasan (p=0,000) dan seseorang yang mengalami adiksi smartphone 17,582 kali lebih berisiko mengalami kecemasan (or=17,582). kata kunci : adiksi smartphone, kecemasan, sas-sv, scared-c
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
HUBUNGAN ADIKSI SMARTPHONE DENGAN KECEMASAN PADA SISWA/SISWI SMA DI KOTA BANDA ACEH. Banda Aceh FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA,2019
Baca Juga : PERBEDAAN TINGKAT KECEMASAN SISWA KELAS AKSELERASI DENGAN SISWA KELAS REGULER DI SMA NEGERI MODAL BANGSA ACEH (Rahmat Ikbal, 2015)
Abstract
Baca Juga : HUBUNGAN KECEMASAN DENGAN STATUS GIZI SISWA DI SMAN 10 KOTA BANDA ACEH (Ahmad Afdhal, 2015)