Kabupaten aceh tengah dan bener meriah memiliki 94,13% luas perkebunan kopi di aceh. saat ini pelaku usaha kopi arabika seringkali dihadapkan pada beberapa kendala dan risiko yang dapat menghambat proses operasional pada rantai pasok seperti risiko produksi, mutu, harga dan manusia. tujuan penelitian adalah mengidentifikasi nilai risiko pada setiap pelaku rantai pasok. data diperoleh dari wawancara dan pengisian kuesioner terhadap petani, pedagang pengumpul dan pedagang besar (cv oro kopi gayo dan ksu sara ate). hasil dari wawancara dan kuesioner dijelaskan dalam bentuk diagram fishbone dan dianalisis menggunkana fuzzy fmea. hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko pada rantai pasok dapat terjadi akibat faktor alam (hama dan penyakit, perubahan cuaca/iklim serta bencana alam) dan faktor non-alam (tenaga kerja kurang terampil, akses jalan yang kurang memadai, perubahan harga pasar serta kelebihan/kekurangan pasokan kopi). hasil penelitian dari 4 variabel menunjukkan nilai tinggi ke rendah frpn risiko pada rantai pasok adalah 1). harga (636 frpn), 2). mutu (539 frpn) 3). manusia (500 frpn). serta 4). produksi (461 frpn)
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
SKRIPSI
ANALISIS RISIKO RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN) BIJI KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA) PADA USAHATANI KOPI DI DATARAN TINGGI GAYO (STUDI KASUS PADA CV. ORO KOPI GAYO DAN KSU SARA ATE). Banda Aceh Fakultas Pertanian,2019
Baca Juga : PENGARUH EKSTRAK DAUN KOPI ARABIKA (COFFEA ARABICA) GAYO TERHADAP PERTUMBUHAN STREPTOCOCCUS MUTANS ISOLAT PLAKRNANAK S-ECC (FRITA MAIZA SABRINA, 2025)
Abstract
Baca Juga : ANALISIS KRITERIA MUTU KOPI ARABIKA GAYO PADA BEBERAPA KOPERASI DAN EKSPORTIR DI ACEH TENGAH (Abdul Kudus, 2019)