Telah dilakukan penelitian pengembangan handout kimia berbasis pendekatan induktif pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit dengan tujuan untuk menganalisis kelayakan dan mendeskripsikan tanggapan guru serta peserta didik terhadap handout yang telah dikembangkan. jenis penelitian yang digunakan adalah research and development (r&d) yang mengacu pada model pengembangan addie. penelitian ini dilaksanakan di sma negeri 7 banda aceh. sampel yang terlibat dalam penelitian ini merupakan peserta didik pada salah satu kelas xi yang dipilih dari 6 kelas di sma negeri 7 banda aceh. pemilihan kelas sampel dilakukan dengan cara random sampling. instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar angket analisis kebutuhan peserta didk, lembar angket validasi handout dan lembar angket tanggapan guru serta peserta didik. hasil validasi handout oleh dua orang validator ahli mendapatkan nilai sebesar 92,15% sehingga dinyatakan layak digunakan dan dapat diujicobakan pada peserta didik. persentase rata-rata yang diperoleh dari angket tanggapan peserta didik adalah sebesar 84,75% dengan kriteria sangat baik. persentase rata-rata yang diperoleh dari angket tanggapan guru adalah sebesar 84,25% dengan kriteria sangat baik. dapat disimpulkan bahwa handout kimia pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit berbasis pendekatan induktif yang dikembangkan layak digunakan sebagai bahan ajar kimia. kata kunci : handout, pendekatan, induktif, larutan, elektrolit, nonelektrolit
Electronic Theses and Dissertation
Universitas Syiah Kuala
NULL
PENGEMBANGAN HANDOUT KIMIA BERBASIS PENDEKATAN INDUKTIF PADA MATERI ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT DI KELAS X SMA NEGERI 7 BANDA ACEH. Banda Aceh Universitas Syiah Kuala,2019
Baca Juga : PENGEMBANGAN MEDIA ANIMASI MICROSOFT POWERPOINT PADA PEMBELAJARAN KONSEP LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT DI KELAS X SMAN 6 LAMJABAT BANDA ACEH (Muhammad Jamil, 2014)
Abstract
Baca Juga : PENGEMBANGAN HANDOUT BERBASIS GUIDED NOTE TAKING PADA MATERI REAKSI REDUKSI-OKSIDASI DI KELAS X MAN 2 ACEH TIMUR (ZAINAL MUTTAQIN, 2019)